Tentang CLC

Apakah Christian Life Community itu?

Christian Life Community, disingkat CLC, merupakan sebuah gerakan dari sekelompok pria dan wanita, muda dan dewasa, dari semua macam latar belakang yang ingin mengikuti Yesus Kristus lebih dekat dan bekerja denganNya dalam membangun kerajaanNya. Komunitas ini terbentuk untuk menjawab panggilan kehidupan modern yang serba sibuk dan dipenuhi oleh berbagai persoalan, baik dalam keluarga, pekerjaan, gereja, tetangga, teman-teman dan masih banyak lagi.

CLC merupakan perwujudan iman/niat kita untuk menghadirkan cinta kasih Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan kita sehari-hari, yang melalui pengalaman-pengalaman tersebut, kita menjadi lebih peduli dan terlibat terhadap karya Tuhan di dunia ini serta menanggapinya secara lebih unik dalam hidup kita sehari-hari baik secara pribadi maupun kelompok.

Apa Arti Logo CLC?

Dalam logo CLC terdapat tiga huruf sekaligus, yaitu X (baca: Khi), P (baca: Rho) dan M. Dua huruf pertama, yaitu: XP, merupakan simbol tradisional yang menunjuk nama ‘Kristus’ dalam ejaan Yunani. Simbol ini menunjukkan keterkaitan mendasar antara anggota CLC dengan pribadi Kristus yang mau diikutinya secara lebih akrab. Huruf M menunjuk nama ‘Maria’. Bagi anggota CLC, Maria adalah teladan hidup, sebab solidaritasnya kepada kaum miskin, sebagaimana terungkap dalam Magnificat, memberi inspirasi dalam berkarya demi keadilan dalam dunia sekarang ini. Lingkaran yang mengitari dunia menunjukkan bahwa CLC hadir sebagai 1 komunitas dunia.

Bagaimana Cara Hidup CLC?

CLC mendasarkan cara hidupnya pada tiga unsur berikut:

Sprititualitas

"Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh". (Efesus 2:21-22).
  • CLC menggugah para anggotanya untuk:
  • Mencari dan menemukan Tuhan dalam segala hal
  • Menggali cara-cara baru dan berbeda dalam doa
  • Membuat keputusan-keputusan yang baik dengan melakukan kebaikan itu sendiri
  • Percaya bahwa Anda tidak sendiri
  • Setia pada diri sendiri, pada sesama dan pada Tuhan
  • Menemukan apa yang sungguh-sungguh Anda inginkan dalam hidup ini

Komunitas

CLC terbentuk dari kelompok-kelompok kecil yang bergabung melalui hubungan dan kesepakatan bersama.

  • Kelompok-kelompok CLC:
  • Bertemu secara rutin
  • Mempunyai kesamaan harapan, pemikiran dan kesenangan
  • Membicarakan berbagai hal yang terjadi
  • Saling mendukung ddan menguatkan satu sama lain
  • Berdoa bersama dan merayakan ekaristi

Pelayanan/Kerasulan

"Misi perutusan CLC tidak terbatas. Sebagai anggota umat Allah, kita menerima tugas perutusan menjadi saksi Kristus dengan seluruh sikap hidup, perkataan serta perbuatan di antara sesama manusia. Kita menyatukan diri kita dengan tugas perutusan-Nya untuk membawa kabar gembira kepada orang miskin, mewartakan kemerdekaan bagi para tawanan dan penglihatan baru bagi orang buta, membebaskan mereka yang tertindas dan mewartakan tahun kemurahan Allah (Prinsip Umum no.8)
  • Anggota CLC tidak hanya berdoa dalam kelompok, tetap mereka mempunyai tanggung jawab pribadi untuk:
  • Membuat komitmen dalam lingkungan di mana mereka terlibat seperti dalam keluarga, tempat kerja, paroki dan komunitas lainnya
  • Membawa Kristus pada sesama
  • Mencari kesempatan-kesempatan untuk membagikan pengalaman hidup berdasarkan Latihan Rohani St. Ignatius
  • Menerima dan sanggup menghadapi tantangan.

Bagaimana Sejarah CLC?

Pada tahun 1563 di Roma, seorang imam Jesuit muda, Yohanes Leunis, mengumpulkan sejumlah mahasiswa yang sedang belajar di Kolese Roma. Ia bermaksud membantu mereka agar dapat menyatukan segi-segi kehidupan mereka – pekerjaan, studi, keluarga, persahabatan – dengan nilai-nilai Kristiani. Perkumpulan itu mula-mula disebut Konggregasi MAria, dan disahkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1584.

Pada tahun-tahun berikutnya Konggregasi Maria mengalami perkembangan yang sangat cepat, sehingga pada tahun 1920 ada kurang lebih 80.000 kelompok Konggregasi Maria di seluruh dunia. Ketika Konsili Vatikan II (1965) mendorong kelompok-kelompok dalam Gereja, termasuk Konggregasi Maria, untuk menemukan kembali semangat dasarnya, sebagian kelompok Konggregasi Maria melanjutkan kehidupannya seperti sebelumnya, sedangkan sebagian yang lain menjadi Christian Life Community (CLC). Dalam CLC ini Latihan Rohani St. Ignatius menjadi pola hidup para anggotanya dan tetap dijalin erat yang terbentuk secara historis dengan para Jesuit.

Apa yang dimaksud dengan Latihan Rohani Santo Ignatius?

Latihan Rohani St. Ignatius merupakan sumber dari kharisma dan spiritualitas CLC. Latihan Rohani pertama-atama adalah judul sebuah buku yang ditulis oleh St. Ignatius Loyola, pendiri Serikat Yesus (SJ). Dalam bukunya tersebut Ignatius sendiri menjelaskan bahwa Latihan Rohani adalah setiap cara memeriksa hati, meditasi, kontemplasi, doa lisan dan batin, serta semua kegiatan rohani lain. Tujuan yang mau dicapai dengan mempraktekkan latihan rohani adalah untuk mempersiapkan jiwa dan menyediakan hati untuk menjadi lepas bebas dari rasa lekat tak teratur dan mencari serta menemukan kehendak Tuhan dalam hidup ini.

Oleh karena itu setiap anggota CLC adalah orang yang mau membinca hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan dengan mengikuti cara-cara yang diajarkan oleh Ignatius. Dengan mempraktekkan latihan rohani ini dalam kehidupan sehari-hari, anggota CLC dibantu untuk semakin mempunyai sikap lepas bebas dan hanya mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya sehari-hari yang konkret, dan akhirnya berani melakukan kehendak Tuhan itu.

Apakah CLC cocok untuk Anda?

  • Pertimbangkanlah, apakah Anda:
  • Ingin mempelajari lebih jauh mengenai doa pribadi?
  • Mencari hubungan antara kesetiaan kreatif pada hidup dengan hidup Anda sehari-hari?
  • Membutuhkan bimbingan mengenai bagaimana merefleksikan kehidupan Anda sehari-hari?
  • Menggali proses untuk mempelajari kehendak Tuhan pada Anda dalam hidup Anda sehari-hari?
  • Memutuskan untuk membagikan hasil refleksi hidup Anda dengan orang lain yang juga membagikan hasil refleksinya pada Anda?
  • Ingin mendengarkan orang lain menceritakan pengalaman hidup rohani mereka?
  • Merasa terpanggil untuk menyebarluaskan Kerajaan damai, keadilan dan cinta?

Apakah Anda tertantang untuk mempertahankan unsur-unsur tersebut dalam hidup Anda sehari-hari?

  • Anggota CLC dipanggil untuk:
  • Secara pribadi menerima seutuhnya dan memelihara semangat Ignatian
  • Memelihara hidup dengan doa pribadi
  • Menggunakan hati nurani dalam segala aspek kehidupan
  • Mengikuti hidup sakramental yang kuat khususnya dalam Sakramen ekaristi
  • Menerima seutuhnya untuk menjadi sahabat Yesus dalam perutusan dan pelayanan, manusia bagi sesamanya
  • Menyatukan hati dalam sharing dengan anggota lainnya dengan cara mau mendengarkan dengan saling perhatian satu sama lain dalam lingkungan yang tidak saling menghakimi
  • Menjadi alat yang dapat mengubah kehidupan diri sendiri.

Bagaimana hubungan CLC lokal dengan komunitas dunia?

Anggota CLC merupakan bagian dari komunitas dunia, yang tercermin dalam kehidupan kelompok-kelompok lokal yang ada. Hal ini tampak dalam pertemuan rutin dalam kelompok-kelompok lokal. Komunitas-komunitas CLC lokal mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh CLC Nasional dan Dunia yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing komunitas lokal. Struktur ini menyajikan bimbingan yang cukup untuk melakukan sharing sampai pada tingkat yang paling dalam. Hubungan dengan komunitas regional atau nasional lain akan semakin meningkatkan pengalaman hidup ber-CLC.

Rangkuman

  • Christian Life Community:
  • Merupakan gerakan awam
  • Merupakan komunitas dunia yagn dikenal dengan nama Christian Life Community (CLC) dan terdiri dari kelompok-kelompok lokal yang berkembang dalam kelompok-kelompok kecil terdiri atas 6-10 orang
  • Mendasarkan gerakannya pada Latihan Rohani St. Ignatius
  • Mempunyai anggota dari berbagai kalangan
  • Memberi kesempatan pada para anggotanya untuk menanggapi cinta kasih Tuhan secara total dan mengambil keputusan penting dalam hidup rohaninya.
  • Meningkatkan kepekaan satu sama lain
  • Lebih berpartisipasi dalam karya-karya Tuhan dan upaya perdamaian, juga terhadap kesusahan dan kekecewaan orang lain

Berdasarkan pengalaman di antara anggota CLC dalam melakukan Latihan Rohani ST. Ignatius tidaklah “sesederhana” pengalaman dalam suatu retret, tetapi benar-benar merupakan suatu pengalaman hidup.