MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA

Saat lahirnya Pancasila, perjanjian dan cita cita bangsa Indonesia telah ditetapkan. Mengarah pada Tujuan yang sama, Pancasila menjadi pengikat Kita.

Selamat Hari Lahir Pancasila

100% Katolik,100% Indonesia

CLC di Indonesia

Requiescat In Pace

Segenap Keluarga
Christian Life Community di Indonesia, Turut Berdukacita atas berpulangnya

-) Bruder Stevanus Prihana SJ
-) Pater Bernardinus Herry Priyono SJ

“Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan”

Doa dan kesedihan kami atas kepergian kalian, Doa dan syukur kami atas rahmat Tuhan, yg boleh kami terima melalui karya pelayanan Bruder dan Pater semasa hidup.

CLC di Indonesia

HARI 5, 27 NOV 2020

MENJADI SAHABAT BAGI SEMUA (FRATELLI TUTTI)

Tujuan

Untuk terlibat dalam karya perutusan Gereja mondial bagi seluruh dunia, menjadi sahabat bagi semua orang.

Mohon

Agar rela menjadi sahabat bagi semua orang

Pengantar

  • Teman-teman CLC yang baik,
  • Baru saja Paus Fransiskus mengeluarkan ensiklik baru yang bernama Fratelli Tutti; menjadi sahabat bagi semua orang.
  • Paus sadar bahwa masalah dunia ini tidak dapat dipecahkan sendiri, tetapi harus dipecahkan bersama oleh semua manusia, semua bangsa. Maka persaudaraan antar semua bangsa adalah mutlak bagi kemajuan dan kedamaian dunia.
  • Pengalaman covid-19 dengan jelas menunjukkan bahwa perlu kita bersatu tanpa membeda bedakan suku, ras, agama, kedudukan, dan negara untuk menumpas virus ini.
  • Bagaimana semangat itu dapat kita lakukan dan kembangkan dalam CLC dan juga dalam kehidupan kita?

Bahan renungan

1. Melihat apa yang dilakukan Paus Fransiskus dalam membangun persaudaraan

  1. Menerima pengungsi di Vatikan; Mengunjungi orang-orang yang tersingkir, sakit, di penjara, dll.
  2. Membangun kerjasama dengan semua pimpinan agama: kristiani, Islam, Hindhu, Budha, dll.
  3. Menerima berbagai pimpinan Negara dan menekankan pentingnya kerjasama;
  4. Paus Fransiskus bertemu dan mengadakan doa perdamaian di Taman Vatikan bersama Shimon Peres (Israel) dan Abu Mazen (Palestina). Paus mengatakan: “Kehadiran Anda adalah tanda persaudaraan yang besar, yang Anda penuhi sebagai anak-anak Abraham, dan ekspresi konkret kepercayaan pada Tuhan, Tuhan dari semua sejarah, yang hari ini memandang kita sebagai saudara dan saudari satu sama lain dan ingin memimpin kita di jalan-Nya ”.
  5. Di Kuba, Paus Fransiskus dan Patriark Kirill menandatangani deklarasi bersama yang, dalam kata-kata pembukaannya, menekankan: “Dengan sukacita, kita bertemu satu sama lain sebagai saudara seiman yang bertemu untuk ‘berbicara dengan lantang”.
  6. Paus berlutut dan mencium kaki para pemimpin Sudan Selatan yang dipanggil ke Vatikan untuk retret spiritual dan damai. “Kepada kalian bertiga, yang menandatangani Perjanjian Perdamaian,” kata Paus dengan kata-kata tulus, “Saya berbicara kepadamu sebagai saudara, tinggallah dalam damai. Saya berkata dari hati. Marilah kita maju bersama.”
  7. Penandatanganan Dokumen tentang Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi pada tahun 2019 menandai satu lagi contoh dedikasi Paus Fransiskus untuk mempromosikan cinta persaudaraan.

2. Ensiklik Fratelli-Tutti

  • Diumumkan pada tanggal 3 Oktober 2020 di Asisi oleh Paus Fransiskus.
  • Isi utama:
    • Mengajak untuk membangun persaudaraan universal dengan semua orang.
    • Kita semua adalah saudara. Ini diinspirasikan oleh Santo Fansiskus Asisi yang menghidupi semua makluk sebagai saudaranya. Dia bersaudara dengan siapapun termasuk waktu itu dengan kelompok Muslim di Mesir.
    • Pengalaman Covid 19 semakin meyakinkan bahwa kita hanya dapat hidup damai dan maju kalau mau bersaudara dengan siapapun dan bekerjasama dengan siapapun. Tidak dapat hidup di dunia tanpa berkaitan dengan yang lain.
  • Beberapa nilai dan tekanan diungkapkan seperti:
    • Siapa saudaraku?
    • Kita diajak merenungkan Kisah Orang Samaria yang menolong orang Yahudi yang dirampok (Lk 10: 25-37). Disini jelas siapa saudara kira menurut Yesus.
    • Saudara tanpa membedakan suku, agama, budaya, karakter, dll.
    • Ada banyak kendala untuk membangun persudaraan itu
    • Namun ada harapan bahwa itu dapat kita usahakan
    • Lalu diungkapkan beberapa cara untuk semakin membangun persaudaraan.
  • Apa yang mengesan bagiku dari insiklik itu? Bagaimana itu dapat memperbaharui hidup, sikap, perutusan kita kedepan?

3. Beberapa hambatan yang menghalangi kita untuk bersahabat

  • Merasa paling hebat, paling baik, paling suci, paling sempurna
  • Minder dengan orang lain, maka menyendiri
  • Hanya mencari aman dengan kelompok dan gangnya sendiri
  • Hambatan psikologis, tidak tenang, tidak aman dengan yang lain

4. Apa yang aku dapat dilakukan untuk membangun persaudaraan universal

  • Sebagai pribadi
  • Di CLC
  • Di lingkup tetangga dan gereja
  • Di tempat kerja?

Doa pribadi di depan Yesus

Dengan tenang kita bicara dengan Tuhan Yesus tentang  apa yang mengesankan dari ensiklik ini dan apa yang dapat kita kembangkan dalam lingkup kita.

Bahan WAG

Silahkan secara singkat menuliskan apa yang terkesan dalam permenungan hari ini.

MARI MENJADI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG TANPA MEMBEDA-BEDAKAN!


Panduan Hari Kelima ini juga bisa diunduh dalam bentuk PDF:

HARI 4: KAMIS, 26 NOV 2020

KITA DIUTUS MEMBAWA KEGEMBIRAAN DI TENGAH DUNIA SAAT INI

Tujuan

Untuk semakin rela menjalankan perutusan Tuhan dalam hidup kita.

Mohon

Agar gembira menjadi utusan Tuhan di dunia ini.

Pengantar

  • Teman-teman CLC yang dikasihi Tuhan, kita yang dicintai Tuhan begitu besar, kita juga diutus Tuhan. Cinta Tuhan selalu mengandung unsur perutusan. Siapapun yang merasa dicintai Tuhan akan merasa juga diutus menyebarkan cinta Tuhan itu kepada semua orang.
  • Misalnya:
    • Seorang anak SD yang merasakan cinta Tuhan dalam retret, dengan semangat ingin belajar lebih rajin, ingin membantu orang tuanya, ingin berdamai dengan temannya;
    • Seorang mahasiswa yang tersentuh dalam retret akan cinta Tuhan, dengan gembira rela membantu teman-temannya maju dan aktif di berbagai kegiatan;
    • Seorang bapak yang merasakan dicitai Tuhan, dengan penuh semangat mau berkorban bagi kebahagiaan keluarganya dan tetangganya;
  • Kita sebagai seorang CLC, yang merasakan dicintai Tuhan,  kita juga diutus ikut terlibat dengan karya perutusan Tuhan lewat perutusan Gereja.
  • Perutusan Tuhan adalah “agar kita menjadi pewarta gembira bagi manusia jaman ini
  • Perutusan CLC juga bersesuaian dengan perutusan gereja yang terlibat menyelamatkan manusia terutama mereka yang tersingkir dan terpinggirkan.
  • Kita ingin meneliti dan mendeteksi perutusan CLC dan apa yang dapat kita lakukan dalam ikut perutusan itu.

Bahan renungan

  1. General principal Part 1. Kharisma kita; nomor 8 (singkatan bebas)

Bacalah teks ini pelan-pelan!

  • Sebagai anggota umat Allah, kita telah menerima dari Tuhan perutusan untuk menjadi saksi keselamatan di depan umat manusia, lewat tingkahlaku, kata-kata, dan tindakan, yaitu terlibat dengan misi Tuhan “membawa kabar baik pada yang miskin, pembebasan pada tawanan, penglihatan pada yang buta,  dan pewartaan kerajaan Allah sudah datang” (Lk 4: 18-19)
  • Hidup kita sebagai CLC adalah apostolis, perutusan. Bidang perutusan CLC tidak ada batasnya mencakup bidang gereja dan masyarakat dunia.
  • Untuk membawa keselamatan  pada semua manusia dengan  membuka hati mereka pada pertobatan  dan berusaha mengubah struktur masyarakat yang menindas.

       Pertanyaan refleksi

  • Perutusan apa yang utama dari General Principle itu?
  • Apakah anda setuju dengan perutusan itu?
  • Apakah perutusan itu juga cocok dengan situasi Indonesia dan situasi tempat kita sekarang hidup?
  • Apa aku tertarik untuk melakukannya?
  • Bicaralah secara pribadi dengan Tuhan yang mengutus Anda!

2. Perutusan pribadi CLC

  • Barangkali anda sebagai CLC sendirian, tidak punya kelompok ataupun teman. Maka anda dapat melakukan perutusan pribadi sebagai anggota CLC.
  • Perutusan pribadi apa yang sampai hari ini telah anda lakukan? Apakah anda puas, gembira dengan perutusan itu?
  • Apa ada perutusan pribadi yang ingin lebih anda lakukan kedepan yang sesuai dengan semangat perutusan dunia ini?
  • Semangat apa yang akan anda bawa dalam melakukan perutusan pribadi ini?
  • Apakah anda rela berbagi tentang perutusan pribadi ini dengan teman dan sahabat CLC lain?

3. Perutusan kelompok CLC

  • Sebagai kelompok perutusan apa yang penah anda lakukan? Apa anda gembira dengan perutuan itu?
  • Apakah anda sebagai kelompok CLC ingin lebih melakukan perutusan bersama ke depan?
  • Bila ya, kiranya perutusan apa yang dapat dilakukan bersama?
  • Bagaimana anda akan melakukannya?
  • Langkah apa yang akan anda buat agar gagasan perutusan bersama ini terwujud?

Doa pribadi pada Yesus

  • Dengan tenang, hening di depan Yesus. Anda ungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiran anda pada Yesus.
  • Ungkapkan apakah anda ingin menjalankan perutusan yang diberikan Tuhan? Perutusan pribadi, kelompok atau apa?

Sharing di WAG

Dengan tenang secara singkat tulislah apa yang anda alami hari ini, yang anda rasakan  dalam hal perutusan CLC.


Panduan Hari Keempat ini juga bisa diunduh dalam bentuk PDF:

HARI 3: RABU, 25 NOV 2020

DIPANGGIL MENJADI SAHABAT YESUS

Tujuan

Untuk semakin menyadari cinta Tuhan yang luar biasa, yaitu mengangkat kita menjadi sahabat-Nya.  

Mohon

Untuk rela dan gembira dijadikan sahabat Yesus

Pengantar

  • Teman-teman CLC yang baik, Cinta Tuhan Yesus kepada kita semakin besar; Ia bukan hanya mencintai kita dengan memberikan pengalaman yang baik dan memberikan rahmat-Nya yang besar kepada kita; Ia bukan hanya menemani dan meringankan beban hidup kita di saat kita gelap.
  • CintaNya semakin besar pada kita, yaitu Ia mengangkat kita menjadi sahabatNya. Sahabat adalah orang yang dipercaya untuk meneruskan karyaNya. Bahwa lewat diri kita, yang juga tidak sempurna ini, karya keselamatan Tuhan dapat sampai kepada umat manusia.
  • Inilah misteri Tuhan membutuhkan manusia!
  • Kita dijadikan sahabatNya untuk ikut menyebarkan kasihNya kepada semua orang.
  • Apakah aku mau? Apakah aku tidak gembira dan bangga bahwa dipercaya menjadi sahabatNya?
  • Dan ingat sekali Tuhan mengangkat kita menjadi sahabatNya, Ia tidak pernah menarik dan membatalkan persahabatan itu!

Bahan Renungan

1. Yoh 15: 9-17: Kamu adalah sahabatKu

  • Bacalah teks ini pelan-pelan, resapkan isinya, rasakan apa yang tergerak dalam hati anda mendengarkan sabda Yesus kepada Anda.
  • Terutama ulangi kata Yesus kepada anda:
    •  “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan yang Kuperitahkan kepadamu.
    • Aku tidak menyebut kamu hamba….. tetapi Aku menyebut kamu sahabat..
    • Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu…”
  • Rasakan apa yang muncul dalam hati anda mendengarkan sapaan Yesus diatas! Apa yang tergerak dalam hati anda? Apakah anda senang, bangga?
  • Atau anda gelisah, tidak senang? Mengapa?
  • Dengan tenang, bicaralah secara pribadi pada Yesus yang menjadikan anda sahabatNya! Ungkapkah semua apa yang anda alami dan rasakan?

2. Melihat apa yang telah kita buat sebagai sahabat Yesus

  • Lihatlah perjalanan hidup anda entah sebagai pribadi ataupun kelompok, apa yang telah anda lakukan sebagai ungkapan rela menjadi sahabat Yesus di dunia ini.
  • Apa yang belum aku lakukan sebagai sahabatnya?
  • Apakah aku sahabat yang sungguh dapat dipercaya?
  • Apa aku sahabat yang sering berkomunikasi dengan Tuhan? Sejauh mana komunikasi dengan Tuhan aku pupuk dalam hidupku sehari-hari?
  • Apa aku senang menjadi sahabat bagi orang lain pula?
  • Apa yang ingin aku lakukan untuk semakin menjadi sahabat sejati Tuhan?

Doa pribadi di depan Yesus

  • Secara pribadi dengan tenang silahkan anda ungkapkan apa yang anda alami selama merenungkan sabda Tuhan itu pada Tuhan sendiri.
  • Mohonlah untuk menjadi sahabatNya yang setia.

Bahan sharing WAG

Secara singkat silahkan menuliskan apa yang anda alami hari ini, apa yang mengesankan, apa yang menyentuh dalam renungan anda.

Panduan Hari Ketiga ini juga bisa diunduh dalam bentuk PDF:

HARI 2: SELASA, 24 NOV 2020

MENEMUKAN TUHAN DALAM PENGALAMAN GELAP DAN BERAT

Tujuan

Untuk menemukan Tuhan dalam pengalaman gelap dan berat, sehingga lebih happy dalam hidup ini

Mohon

Boleh menyadari dan mensyukuri kasih Tuhan dalam pengalaman gelap kita

Pengantar

  • Teman-teman CLC yang baik,
  • Sebagai seorang CLC kadang kita juga punya pengalaman gelap, pengalaman berat, dan pengalaman yang menyakitkan.
  • Dalam situasi seperti itu, kadang kita bertanya, “Apakah Tuhan pergi dari padaku? Apakah Tuhan tidak mencintai aku lagi?”
  • Ternyata tidak! Bahkan kadang dalam pengalaman gelap dan berat itu, kehadiran Tuhan lebih jelas dan peran Tuhan lebih kentara bagi hidup kita. Bahkan dalam pengalaman yang menyakitkan itu, sering kita semakin tahu apa yang diinginkan Tuhan pada kita, kita semakin mengerti betapa cintaNya luar biasa.
  • Seorang mahasiswa saya berontak pada Tuhan waktu ayahnya meninggal karena ayahnya adalah satu-satunya yang bekerja dan membeayai kuliahnya. Ia frustrasi, stress, dan sungguh gelap.  ”Lalu mau apa saya?” Tetapi setelah beberapa bulan, ia menemukan maksud Tuhan, yaitu agar dia belajar mandiri, dan juga sadar ternyata Tuhan tetap mencintainya dengan berbagai cara yang lain. Ia menjadi gembira dan semangat lagi!
  • Kita lihat pengalaman beberapa orang di Kitab Suci yang justru menemukan Tuhan dalam situasi yang berat, gelap, berdosa, dan kacau:  
    • Saulus, yang mengejar murid Yesus dan ingin membunuh mereka. Ia tetap dicintai Tuhan dan bahkan dipercaya menjadi muridNya yang hebat.
    • Perempuan yang berjinah itu, di depan Tuhan Yesus, tidak dihukum, tetap dihidupkan dan menjadi baru.
    • Banyak orang sakit dan berbeban berat datang pada Yesus dan disentuh serta disembuhkanNya.
  • Apa aku juga sering datang pada Tuhan di saat berbeban berat?
  • Kita ingin mendalami, menyadari, dan menemukan kasih Tuhan dalam pengalaman kita yang berat tahun ini.

Bahan Renungan

1. Melihat pengalaman yang sangat berat tahun ini

  • Kenang kembali pengalaman-pengalaman yang sangat berat, gelap, dan menyakitkan dalam setahun ini! Pengalaman apa itu?
  • Apa yang anda rasakan dan alami dengan pengalaman itu?
  • Bagaimana akhirnya anda dapat keluar dari situasi berat dan gelap itu?
  • Siapa saya yang ikut andil dalam mengangkat anda?
  • Apa peran Tuhan dalam pengalaman itu? Apa dampaknya pengalaman itu bagi hidup anda sekarang?
  • Syukurilah pengalaman itu.

2. Melihat orang yang menjengkelkan tahun ini

  • Lihat orang-orang yang setahun ini anda rasakan menjengkelkan, membuat anda tidak enak, membuat anda sakit hati.
  • Apa yang dilakukan mereka itu pada anda? Bagaimana perasaan anda?
  • Mengapa anda jengkel pada mereka?
  • Apakah anda sudah berdamai dengan orang itu?
  • Apa maknanya pengalaman itu bagi hidup anda sekarang?  
  • Apa maksud Tuhan dengan pengalaman itu?
  • Syukurilah pengalaman itu.

3. Pengalaman gagal dan hancur

  • Barangkali anda punya pengalaman gagal, hancur, atau bakan traumatis. Pengalaman apa itu? Apa sebabnya anda gagal dan hancur?
  • Bagaimana anda bangun kembali?
  • Apa dalam pengalaman seperti itu anda datang pada Tuhan atau lari dari padaNya? Mengapa? Apa peran Tuhan dalam hal itu?
  • Syukurlah itu.

Menghadap Tuhan secara pribadi

  • Dengan semua pengalaman itu, pandanglah Tuhan yang memandang anda.
  • Ungkapkan semua perasaan dan pengalaman serta isi hati anda pada Dia?
  • Apa yang tergerak dalam hati anda?

Menuliskan pengalaman di WAG

  • Tuliskan dengan singkat apa yang anda temukan dalam permenungan hari ini.
  • Buah apa yang anda dapatkan untuk hidup anda kedepan?


Panduan Hari Kedua ini juga bisa diunduh dalam bentuk PDF: