Natal Dalam Keheningan

Natal Dalam Keheningan

CLC Jakarta mengundang romo/suster/frater, bapak/ibu, saudara/saudari sahabat CLC di Indonesia untuk bergabung dalam Misa Natal CLC Jakarta bersama Romo A. Sudiarja, SJ dengan tema Natal Dalam Keheningan.

Kami mengadakan misa secara online melalui Zoom pada hari Minggu, 27 Desember 2020, pukul 10.00 WIB. Bila Anda memerlukan informasi mengenai acara tersebut bisa menghubungi pengurus CLC Jakarta. Kami akan membagikan link Zoom melalui WhatsApp grup CLC.

CLC Jakarta

AMDG

HARI 5, 27 NOV 2020

MENJADI SAHABAT BAGI SEMUA (FRATELLI TUTTI)

Tujuan

Untuk terlibat dalam karya perutusan Gereja mondial bagi seluruh dunia, menjadi sahabat bagi semua orang.

Mohon

Agar rela menjadi sahabat bagi semua orang

Pengantar

  • Teman-teman CLC yang baik,
  • Baru saja Paus Fransiskus mengeluarkan ensiklik baru yang bernama Fratelli Tutti; menjadi sahabat bagi semua orang.
  • Paus sadar bahwa masalah dunia ini tidak dapat dipecahkan sendiri, tetapi harus dipecahkan bersama oleh semua manusia, semua bangsa. Maka persaudaraan antar semua bangsa adalah mutlak bagi kemajuan dan kedamaian dunia.
  • Pengalaman covid-19 dengan jelas menunjukkan bahwa perlu kita bersatu tanpa membeda bedakan suku, ras, agama, kedudukan, dan negara untuk menumpas virus ini.
  • Bagaimana semangat itu dapat kita lakukan dan kembangkan dalam CLC dan juga dalam kehidupan kita?

Bahan renungan

1. Melihat apa yang dilakukan Paus Fransiskus dalam membangun persaudaraan

  1. Menerima pengungsi di Vatikan; Mengunjungi orang-orang yang tersingkir, sakit, di penjara, dll.
  2. Membangun kerjasama dengan semua pimpinan agama: kristiani, Islam, Hindhu, Budha, dll.
  3. Menerima berbagai pimpinan Negara dan menekankan pentingnya kerjasama;
  4. Paus Fransiskus bertemu dan mengadakan doa perdamaian di Taman Vatikan bersama Shimon Peres (Israel) dan Abu Mazen (Palestina). Paus mengatakan: “Kehadiran Anda adalah tanda persaudaraan yang besar, yang Anda penuhi sebagai anak-anak Abraham, dan ekspresi konkret kepercayaan pada Tuhan, Tuhan dari semua sejarah, yang hari ini memandang kita sebagai saudara dan saudari satu sama lain dan ingin memimpin kita di jalan-Nya ”.
  5. Di Kuba, Paus Fransiskus dan Patriark Kirill menandatangani deklarasi bersama yang, dalam kata-kata pembukaannya, menekankan: “Dengan sukacita, kita bertemu satu sama lain sebagai saudara seiman yang bertemu untuk ‘berbicara dengan lantang”.
  6. Paus berlutut dan mencium kaki para pemimpin Sudan Selatan yang dipanggil ke Vatikan untuk retret spiritual dan damai. “Kepada kalian bertiga, yang menandatangani Perjanjian Perdamaian,” kata Paus dengan kata-kata tulus, “Saya berbicara kepadamu sebagai saudara, tinggallah dalam damai. Saya berkata dari hati. Marilah kita maju bersama.”
  7. Penandatanganan Dokumen tentang Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi pada tahun 2019 menandai satu lagi contoh dedikasi Paus Fransiskus untuk mempromosikan cinta persaudaraan.

2. Ensiklik Fratelli-Tutti

  • Diumumkan pada tanggal 3 Oktober 2020 di Asisi oleh Paus Fransiskus.
  • Isi utama:
    • Mengajak untuk membangun persaudaraan universal dengan semua orang.
    • Kita semua adalah saudara. Ini diinspirasikan oleh Santo Fansiskus Asisi yang menghidupi semua makluk sebagai saudaranya. Dia bersaudara dengan siapapun termasuk waktu itu dengan kelompok Muslim di Mesir.
    • Pengalaman Covid 19 semakin meyakinkan bahwa kita hanya dapat hidup damai dan maju kalau mau bersaudara dengan siapapun dan bekerjasama dengan siapapun. Tidak dapat hidup di dunia tanpa berkaitan dengan yang lain.
  • Beberapa nilai dan tekanan diungkapkan seperti:
    • Siapa saudaraku?
    • Kita diajak merenungkan Kisah Orang Samaria yang menolong orang Yahudi yang dirampok (Lk 10: 25-37). Disini jelas siapa saudara kira menurut Yesus.
    • Saudara tanpa membedakan suku, agama, budaya, karakter, dll.
    • Ada banyak kendala untuk membangun persudaraan itu
    • Namun ada harapan bahwa itu dapat kita usahakan
    • Lalu diungkapkan beberapa cara untuk semakin membangun persaudaraan.
  • Apa yang mengesan bagiku dari insiklik itu? Bagaimana itu dapat memperbaharui hidup, sikap, perutusan kita kedepan?

3. Beberapa hambatan yang menghalangi kita untuk bersahabat

  • Merasa paling hebat, paling baik, paling suci, paling sempurna
  • Minder dengan orang lain, maka menyendiri
  • Hanya mencari aman dengan kelompok dan gangnya sendiri
  • Hambatan psikologis, tidak tenang, tidak aman dengan yang lain

4. Apa yang aku dapat dilakukan untuk membangun persaudaraan universal

  • Sebagai pribadi
  • Di CLC
  • Di lingkup tetangga dan gereja
  • Di tempat kerja?

Doa pribadi di depan Yesus

Dengan tenang kita bicara dengan Tuhan Yesus tentang  apa yang mengesankan dari ensiklik ini dan apa yang dapat kita kembangkan dalam lingkup kita.

Bahan WAG

Silahkan secara singkat menuliskan apa yang terkesan dalam permenungan hari ini.

MARI MENJADI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG TANPA MEMBEDA-BEDAKAN!


Panduan Hari Kelima ini juga bisa diunduh dalam bentuk PDF:

HARI 4: KAMIS, 26 NOV 2020

KITA DIUTUS MEMBAWA KEGEMBIRAAN DI TENGAH DUNIA SAAT INI

Tujuan

Untuk semakin rela menjalankan perutusan Tuhan dalam hidup kita.

Mohon

Agar gembira menjadi utusan Tuhan di dunia ini.

Pengantar

  • Teman-teman CLC yang dikasihi Tuhan, kita yang dicintai Tuhan begitu besar, kita juga diutus Tuhan. Cinta Tuhan selalu mengandung unsur perutusan. Siapapun yang merasa dicintai Tuhan akan merasa juga diutus menyebarkan cinta Tuhan itu kepada semua orang.
  • Misalnya:
    • Seorang anak SD yang merasakan cinta Tuhan dalam retret, dengan semangat ingin belajar lebih rajin, ingin membantu orang tuanya, ingin berdamai dengan temannya;
    • Seorang mahasiswa yang tersentuh dalam retret akan cinta Tuhan, dengan gembira rela membantu teman-temannya maju dan aktif di berbagai kegiatan;
    • Seorang bapak yang merasakan dicitai Tuhan, dengan penuh semangat mau berkorban bagi kebahagiaan keluarganya dan tetangganya;
  • Kita sebagai seorang CLC, yang merasakan dicintai Tuhan,  kita juga diutus ikut terlibat dengan karya perutusan Tuhan lewat perutusan Gereja.
  • Perutusan Tuhan adalah “agar kita menjadi pewarta gembira bagi manusia jaman ini
  • Perutusan CLC juga bersesuaian dengan perutusan gereja yang terlibat menyelamatkan manusia terutama mereka yang tersingkir dan terpinggirkan.
  • Kita ingin meneliti dan mendeteksi perutusan CLC dan apa yang dapat kita lakukan dalam ikut perutusan itu.

Bahan renungan

  1. General principal Part 1. Kharisma kita; nomor 8 (singkatan bebas)

Bacalah teks ini pelan-pelan!

  • Sebagai anggota umat Allah, kita telah menerima dari Tuhan perutusan untuk menjadi saksi keselamatan di depan umat manusia, lewat tingkahlaku, kata-kata, dan tindakan, yaitu terlibat dengan misi Tuhan “membawa kabar baik pada yang miskin, pembebasan pada tawanan, penglihatan pada yang buta,  dan pewartaan kerajaan Allah sudah datang” (Lk 4: 18-19)
  • Hidup kita sebagai CLC adalah apostolis, perutusan. Bidang perutusan CLC tidak ada batasnya mencakup bidang gereja dan masyarakat dunia.
  • Untuk membawa keselamatan  pada semua manusia dengan  membuka hati mereka pada pertobatan  dan berusaha mengubah struktur masyarakat yang menindas.

       Pertanyaan refleksi

  • Perutusan apa yang utama dari General Principle itu?
  • Apakah anda setuju dengan perutusan itu?
  • Apakah perutusan itu juga cocok dengan situasi Indonesia dan situasi tempat kita sekarang hidup?
  • Apa aku tertarik untuk melakukannya?
  • Bicaralah secara pribadi dengan Tuhan yang mengutus Anda!

2. Perutusan pribadi CLC

  • Barangkali anda sebagai CLC sendirian, tidak punya kelompok ataupun teman. Maka anda dapat melakukan perutusan pribadi sebagai anggota CLC.
  • Perutusan pribadi apa yang sampai hari ini telah anda lakukan? Apakah anda puas, gembira dengan perutusan itu?
  • Apa ada perutusan pribadi yang ingin lebih anda lakukan kedepan yang sesuai dengan semangat perutusan dunia ini?
  • Semangat apa yang akan anda bawa dalam melakukan perutusan pribadi ini?
  • Apakah anda rela berbagi tentang perutusan pribadi ini dengan teman dan sahabat CLC lain?

3. Perutusan kelompok CLC

  • Sebagai kelompok perutusan apa yang penah anda lakukan? Apa anda gembira dengan perutuan itu?
  • Apakah anda sebagai kelompok CLC ingin lebih melakukan perutusan bersama ke depan?
  • Bila ya, kiranya perutusan apa yang dapat dilakukan bersama?
  • Bagaimana anda akan melakukannya?
  • Langkah apa yang akan anda buat agar gagasan perutusan bersama ini terwujud?

Doa pribadi pada Yesus

  • Dengan tenang, hening di depan Yesus. Anda ungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiran anda pada Yesus.
  • Ungkapkan apakah anda ingin menjalankan perutusan yang diberikan Tuhan? Perutusan pribadi, kelompok atau apa?

Sharing di WAG

Dengan tenang secara singkat tulislah apa yang anda alami hari ini, yang anda rasakan  dalam hal perutusan CLC.


Panduan Hari Keempat ini juga bisa diunduh dalam bentuk PDF:

HARI 3: RABU, 25 NOV 2020

DIPANGGIL MENJADI SAHABAT YESUS

Tujuan

Untuk semakin menyadari cinta Tuhan yang luar biasa, yaitu mengangkat kita menjadi sahabat-Nya.  

Mohon

Untuk rela dan gembira dijadikan sahabat Yesus

Pengantar

  • Teman-teman CLC yang baik, Cinta Tuhan Yesus kepada kita semakin besar; Ia bukan hanya mencintai kita dengan memberikan pengalaman yang baik dan memberikan rahmat-Nya yang besar kepada kita; Ia bukan hanya menemani dan meringankan beban hidup kita di saat kita gelap.
  • CintaNya semakin besar pada kita, yaitu Ia mengangkat kita menjadi sahabatNya. Sahabat adalah orang yang dipercaya untuk meneruskan karyaNya. Bahwa lewat diri kita, yang juga tidak sempurna ini, karya keselamatan Tuhan dapat sampai kepada umat manusia.
  • Inilah misteri Tuhan membutuhkan manusia!
  • Kita dijadikan sahabatNya untuk ikut menyebarkan kasihNya kepada semua orang.
  • Apakah aku mau? Apakah aku tidak gembira dan bangga bahwa dipercaya menjadi sahabatNya?
  • Dan ingat sekali Tuhan mengangkat kita menjadi sahabatNya, Ia tidak pernah menarik dan membatalkan persahabatan itu!

Bahan Renungan

1. Yoh 15: 9-17: Kamu adalah sahabatKu

  • Bacalah teks ini pelan-pelan, resapkan isinya, rasakan apa yang tergerak dalam hati anda mendengarkan sabda Yesus kepada Anda.
  • Terutama ulangi kata Yesus kepada anda:
    •  “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan yang Kuperitahkan kepadamu.
    • Aku tidak menyebut kamu hamba….. tetapi Aku menyebut kamu sahabat..
    • Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu…”
  • Rasakan apa yang muncul dalam hati anda mendengarkan sapaan Yesus diatas! Apa yang tergerak dalam hati anda? Apakah anda senang, bangga?
  • Atau anda gelisah, tidak senang? Mengapa?
  • Dengan tenang, bicaralah secara pribadi pada Yesus yang menjadikan anda sahabatNya! Ungkapkah semua apa yang anda alami dan rasakan?

2. Melihat apa yang telah kita buat sebagai sahabat Yesus

  • Lihatlah perjalanan hidup anda entah sebagai pribadi ataupun kelompok, apa yang telah anda lakukan sebagai ungkapan rela menjadi sahabat Yesus di dunia ini.
  • Apa yang belum aku lakukan sebagai sahabatnya?
  • Apakah aku sahabat yang sungguh dapat dipercaya?
  • Apa aku sahabat yang sering berkomunikasi dengan Tuhan? Sejauh mana komunikasi dengan Tuhan aku pupuk dalam hidupku sehari-hari?
  • Apa aku senang menjadi sahabat bagi orang lain pula?
  • Apa yang ingin aku lakukan untuk semakin menjadi sahabat sejati Tuhan?

Doa pribadi di depan Yesus

  • Secara pribadi dengan tenang silahkan anda ungkapkan apa yang anda alami selama merenungkan sabda Tuhan itu pada Tuhan sendiri.
  • Mohonlah untuk menjadi sahabatNya yang setia.

Bahan sharing WAG

Secara singkat silahkan menuliskan apa yang anda alami hari ini, apa yang mengesankan, apa yang menyentuh dalam renungan anda.

Panduan Hari Ketiga ini juga bisa diunduh dalam bentuk PDF:

HARI 2: SELASA, 24 NOV 2020

MENEMUKAN TUHAN DALAM PENGALAMAN GELAP DAN BERAT

Tujuan

Untuk menemukan Tuhan dalam pengalaman gelap dan berat, sehingga lebih happy dalam hidup ini

Mohon

Boleh menyadari dan mensyukuri kasih Tuhan dalam pengalaman gelap kita

Pengantar

  • Teman-teman CLC yang baik,
  • Sebagai seorang CLC kadang kita juga punya pengalaman gelap, pengalaman berat, dan pengalaman yang menyakitkan.
  • Dalam situasi seperti itu, kadang kita bertanya, “Apakah Tuhan pergi dari padaku? Apakah Tuhan tidak mencintai aku lagi?”
  • Ternyata tidak! Bahkan kadang dalam pengalaman gelap dan berat itu, kehadiran Tuhan lebih jelas dan peran Tuhan lebih kentara bagi hidup kita. Bahkan dalam pengalaman yang menyakitkan itu, sering kita semakin tahu apa yang diinginkan Tuhan pada kita, kita semakin mengerti betapa cintaNya luar biasa.
  • Seorang mahasiswa saya berontak pada Tuhan waktu ayahnya meninggal karena ayahnya adalah satu-satunya yang bekerja dan membeayai kuliahnya. Ia frustrasi, stress, dan sungguh gelap.  ”Lalu mau apa saya?” Tetapi setelah beberapa bulan, ia menemukan maksud Tuhan, yaitu agar dia belajar mandiri, dan juga sadar ternyata Tuhan tetap mencintainya dengan berbagai cara yang lain. Ia menjadi gembira dan semangat lagi!
  • Kita lihat pengalaman beberapa orang di Kitab Suci yang justru menemukan Tuhan dalam situasi yang berat, gelap, berdosa, dan kacau:  
    • Saulus, yang mengejar murid Yesus dan ingin membunuh mereka. Ia tetap dicintai Tuhan dan bahkan dipercaya menjadi muridNya yang hebat.
    • Perempuan yang berjinah itu, di depan Tuhan Yesus, tidak dihukum, tetap dihidupkan dan menjadi baru.
    • Banyak orang sakit dan berbeban berat datang pada Yesus dan disentuh serta disembuhkanNya.
  • Apa aku juga sering datang pada Tuhan di saat berbeban berat?
  • Kita ingin mendalami, menyadari, dan menemukan kasih Tuhan dalam pengalaman kita yang berat tahun ini.

Bahan Renungan

1. Melihat pengalaman yang sangat berat tahun ini

  • Kenang kembali pengalaman-pengalaman yang sangat berat, gelap, dan menyakitkan dalam setahun ini! Pengalaman apa itu?
  • Apa yang anda rasakan dan alami dengan pengalaman itu?
  • Bagaimana akhirnya anda dapat keluar dari situasi berat dan gelap itu?
  • Siapa saya yang ikut andil dalam mengangkat anda?
  • Apa peran Tuhan dalam pengalaman itu? Apa dampaknya pengalaman itu bagi hidup anda sekarang?
  • Syukurilah pengalaman itu.

2. Melihat orang yang menjengkelkan tahun ini

  • Lihat orang-orang yang setahun ini anda rasakan menjengkelkan, membuat anda tidak enak, membuat anda sakit hati.
  • Apa yang dilakukan mereka itu pada anda? Bagaimana perasaan anda?
  • Mengapa anda jengkel pada mereka?
  • Apakah anda sudah berdamai dengan orang itu?
  • Apa maknanya pengalaman itu bagi hidup anda sekarang?  
  • Apa maksud Tuhan dengan pengalaman itu?
  • Syukurilah pengalaman itu.

3. Pengalaman gagal dan hancur

  • Barangkali anda punya pengalaman gagal, hancur, atau bakan traumatis. Pengalaman apa itu? Apa sebabnya anda gagal dan hancur?
  • Bagaimana anda bangun kembali?
  • Apa dalam pengalaman seperti itu anda datang pada Tuhan atau lari dari padaNya? Mengapa? Apa peran Tuhan dalam hal itu?
  • Syukurlah itu.

Menghadap Tuhan secara pribadi

  • Dengan semua pengalaman itu, pandanglah Tuhan yang memandang anda.
  • Ungkapkan semua perasaan dan pengalaman serta isi hati anda pada Dia?
  • Apa yang tergerak dalam hati anda?

Menuliskan pengalaman di WAG

  • Tuliskan dengan singkat apa yang anda temukan dalam permenungan hari ini.
  • Buah apa yang anda dapatkan untuk hidup anda kedepan?


Panduan Hari Kedua ini juga bisa diunduh dalam bentuk PDF:

HARI 1: SENIN, 23 NOV 2020

MENSYUKURI KASIH TUHAN DALAM SETAHUN INI

Tujuan

Untuk boleh mensyukuri kasih Tuhan dalam tahun ini, sehingga hidup kita lebih happy.

Mohon

Boleh bersyukur atas kasih Tuhan yang kita alami.

Pengantar

  • Teman-teman CLC yang baik, selamat bertemu dalam retret tahunan 2020 ini!
  • Semoga di tengah keramaian dan kesibukan tugas dan pekerjaan kita, kita masih dapat menyisihkan waktu sejenak untuk berdoa, bermenung, dan berefleksi tentang hidup dan panggilan kita sebagai seorang CLC.
  • Sebagai seorang CLC, dasar hidup kita adalah bahwa kita ini dicintai Tuhan, apapun keadaan kita. Cinta Tuhan itu dapat kita rasakan dalam berbagai pengalaman hidup kita setahun ini, lewat orang-orang yang baik kepada kita, lewat kemajuan dan rahmat yang kita alami setahun ini. Maka kita ingin merenungkan hal itu.
  • Untuk membuka hati kita, kita sejenak ingin membaca pelan-pelan, merenungkan pengalaman pemasmur yang sungguh mengalami dalam hidupnya kasih Tuhan, yaitu dalam masmur 23: Tuhanlah Gembalaku.
  • Silahkan dengan tenang anda baca masmur itu dengan  pelan, resapkan isinya, dengarkan gerak batin anda selama membaca masmur itu!
    • Tuhanlah Gembalaku, aku tak kan kekurangan sesuatu
    • Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
    • I membimbing aku ke air yang tenang
    • Ia menyegarkan jiwaku…….dst…

Bahan Renungan

  1. Melihat pengalaman yang mengesankan tahun ini
  2. Lihatlah kembali pengalaman-pengalaman yang mengesankan dalam hidup anda selama setahun ini, yang anda rasakan sebagai bentuk kasih Tuhan pada anda!
  3. Pengalaman apa itu? Apa yang anda alami?
  4. Apa peran Tuhan yang anda rasakan dalam pengalaman itu?
  5. Setelah itu dengan tenang, ungkapkan perasaan anda pada Tuhan! Syukurilah semua itu!
  • Orang-orang yang menyertai anda setahun ini
  • Dengan tenang, anda ingat kembali beberapa orang yang sungguh anda rasakan sebagai tanda kasih Tuhan bagi hidup anda setahun ini!
  • Siapa saja mereka itu? Apa yang mereka lakukan pada anda?
  • Bagaimana perasaan dan hati anda mengenang apa yang dibuat orang itu?
  • Syukurilah mereka, karena mereka telah menjadi tanda kasih Tuhan bagi anda.
  • Dengan tenang doakan orang itu pada Tuhan pula.
  • Kemajuan dan berkat pribadi yang dialami
  • Dengan tenang anda lihat kembali kemajuan apa yang anda alami selama setahun ini baik sebagai pribadi maupun dalam tugas anda.
  • Barangkali anda bertambah pengetahuan, bakat, kebijaksanan, penghasilan, tambah penghargaan, kesehatan yg baik, makin mantap dalam hidup, makin tenang, dll.  
  • Sadarilah bahwa itu semua adalah bentuk kasih Tuhan pada anda. Syukurilah itu semua di depan Tuhan.

Bersyukur dan berdoa pribadi

  1. Dari semua yang ada temukan diatas, berdoalah secara pribadi pada Tuhan, ungkapkan semua perasaan dan isi hati anda pada Dia yang mencintai anda!
  2. Kalau anda ingin bernyanyi, bernyanyilah, kalau ingin menulis puisi, tulislah!  
  3. Ingin menulis doa, silahkan pula!
  4. Mau diam menatap Tuhan, silahkan!

Mensharingkan pada teman di WAG

  1. Tulislah secara singkat apa yang ada alami, yang anda rasakan, yang anda temukan, yang mengesankan dalam permenungan sehari ini.

SELAMAT BERMENUNG! TUHAN MEMBERKATI!



Panduan Hari Pertama ini juga bisa diunduh dalam bentuk PDF:

Romo Joannes Subagya, SJ

Romo Joannes Subagya, SJ

Requiescat In Pace

Romo Joannes Subagya, SJ

Batu fondasi kami, telah berpulang.

Terima kasih Romo, untuk warisan komunitas CLC di Indonesia, yang boleh kami terima, nikmati, hidupi, dan lestarikan.

Doa kami menemanimu menuju peristirahatan abadi, pengalaman mendalam bersamamu, menjadi penghiburan abadi bagi kami.

Selamat jalan. Rindu kami. Sampai kita jumpa lagi.

CLC di Indonesia


Misa Requiem Romo Joannes Subagya, SJ Sabtu, 14 November 2020 pkl 11.00 WIB dapat diakses di tautan YouTube ini: Misa Requiem.

Informasi lengkap riwayat hidup beliau dapat diakses di laman jesuits.id: Romo Joannes Subagya, SJ.

Edu-Talk3: Strategi Komunikasi

Edu-Talk Strategi Komunikasi

Bagi kamu, yang punya impian dan gagasan yang mau dibagikan bagi orang lain !

Bagaimana ya, caranya …
agar ide sampai dan dapat dipahami orang lain?
agar ajakan, lebih menggugah untuk diikuti?
agar pesan yang dibawa, terus hidup dan bergulir?

Yuk, menimba inspirasi dari Kak Rius dan Kak Puspa di Edutalk3: “Strategi Komunikasi”.

Hari/Tanggal : Minggu, 15 November 2020
Waktu : 09:00-12:00

Sampai Jumpa!

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Narahubung:
Marshiella +62 811-2257-757

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Tim Fokus Pastoral bidang Formatio dengan Christian Life Community

Retret Nasional CLC di Indonesia 2020

Retret Nasional CLC di Indonesia 2020

“Hening di tengah keramaian Hati”

Sebagai pribadi yang hidup dalam komunitas dengan spiritualitas Ignatian, kita hidup di tengah keramaian. Di tengah hidup berkeluarga, di antara jadwal kerja dan aktivitas, di sela pelayanan dan kewajiban, di tengah pandemi dan keresahan, yang semuanya membuat kita bertanya, apakah saya sudah menjalani cara hidup CLC?

Kami mengundang semua anggota komunitas CLC di Indonesia, untuk Retret akhir tahun (tahunan), yang akan diselenggarakan serempak di Komunitas Nasional Indonesia.

Retret tahun ini, akan kita adakan secara online, dimulai pada tanggal 8 & 15 november, kemudian tanggal 23-27 November 2020.

Dinamika Retret Online:
8 Nov 2020; 15.30-17.00 wib
“Sharing & Refleksi”
Via ZOOM
Dibimbing: Rm. Rusbani Setiawan Pr.

15 Nov 2020; 15.30-17.00wib
“Refleksi & Examen”
Via ZOOM
Dibimbing: Rm.Rusbani Setiawan Pr.

23-26 Nov 2020
Cara Hidup CLC

via WAG
Dibimbing; Rm. Paul Suparno SJ.
<07.00 Panduan Pagi (mandiri; via WAG)
Dilanjut aktifitas harian masing-masing
12.00 Examen (pribadi)
Dilanjut aktifitas harian masing-masing
19.00 – 22.00 Sharing Refleksi (posting sharing via WAG)
…Doa malam Pribadi

27 Nov 2020
Cara Hidup CLC

Via WAG & ZOOM
Dibimbing Rm. Paul Suparno SJ.
<07.00 Panduan Pagi (mandiri; via WAG)
Dilanjut aktifitas harian masing-masing
12.00 Examen (pribadi)
Dilanjut aktifitas harian masing-masing
19.00-21.00 Sharing Refleksi Kelompok kecil ( via zoom)
Misa Penutup

Daftarkan diri Anda, untuk diundang dalam WAG Retret Online di http://bit.ly/Retret_Nasional_CLC

Informasi lebih lanjut:
Irvan 085720076081


Terima kasih untuk CLC yg sudah mendaftarkan diri, dan kami masih menunggu rekan-rekan yg belum untuk bergabung.

Beberapa pertanyaan yang belakangan sering disampaikan terkait acara ini :

“Kita wajib ikut retret ini?”
Retret ini? Tidak, kita tidak wajib mengikuti retret ini. TAPI kita sebagai CLC wajib menyediakan waktu untuk terus mengolah diri, dan karena itu sekurangnya sekali dalam setahun diharapkan dapat menjalani rekoleksi dan retret. (GN. Hidup & Kepengurusan komunitas; ayat 35-41).
Jadi ini adalah salah satu kesempatan menunaikan hak dan kewajiban saja.

“Acaranya panjang banget?”

Well, ya, kita menyiapkan diri dan hati menjelang akhir tahun, dan merefleksikan diri kita, apakah kita sudah menjalankan Cara Hidup kita. Dari tgl 8-27.

Ini proses pribadi, dan kita hanya 3 x 90mnt bertemu di Zoom (juga Youtube bagi yg kesulitan mengakses zoom), tgl 8,15 & 27 November 2020, maka sekitar 6 jam dipastikan berproses bersama, sisa yang lainnya akan dikelola pribadi dengan panduan harian nantinya.

Jadi panjang atau pendek akhirnya menjadi relatif 😅

“Kalau yang dulu anggota CLC, dan sekarang nggak aktif boleh diajak?” Senada dengan “Kalau yang bukan anggota CLC, boleh ikut retret inikah?”

Retret ini adalah retret CLC, dan kita akan merefleksikan kehidupan kita sebagai pribadi yg menjalani cara hidup CLC.

Maka selama cara hidup itu masih menjadi pilihan, dan atau masih simpati dan menjalankan nya, maka silakan diajak, dan silakan bergabung.
Demikian juga dengan simpatisan lain yg belum menjadi CLC, ruang terbuka, dengan kesepakatan diawal, bahwa sudah menyiapkan diri dan bersedia berproses dengan cara CLC.

“Wah, ada bagian yang saya tidak bisa datang, bagaimana yah? Boleh tidak ikut sebagian?”

Nah, untuk yang ini, kami sungguh menyerahkan pertimbangannya kepada setiap pribadi, karena seperti kita pahami, proses setiap orang berbeda, dan kami hanya bisa mengatakan bahwa setiap bagiannya punya pesan dan peran khusus, sehingga baik untuk diikuti. silakan berdiskresi.

Baik, sekali lagi terima kasih, dan selamat mempersiapkan diri.

Rius
An.
ExCo CLC di Indonesia

Pendidikan Harus Bermakna

Hari Studi: Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia (ASJI) dengan tema Pendidikan Harus Bermakna. Acara diselenggarakan pada Hari Kamis, 5 November 2020 jam 15:30 – 18:00 WIB.

Sejak Maret 2020, pada masa pandemi covid-19, kegiatan mengajar-belajar dilaksanakan dari rumah secara daring. Semua terpanggil untuk mengupayakan agar proses belajar anak bangsa Indonesia tidak terhenti.

Pelbagai pelatihan diadakan untuk melengkapi keterampilan guru dalam mengajar secara baru alias daring. Pun Kemendikbud menerbitkan kebijakan yang mendukung terselenggaranya proses mengajar-belajar seperti kurikulum adaptif di masa pandemi dan bantuan dana kepada pelajar, mahasiswa, guru, serta dosen untuk dapat tetap belajar secara daring. Siapapun yang terlibat dalam pendidikan disibukan dengan pembiasaan yang baru sama sekali. Bahkan tak sedikit yang merasa kewalahan.

Nah, hari studi ASJI yang berupa webinar kali ini bermaksud untuk mengajak insan pendidikan merefleksikan bersama perihal pendidikan yang bermakna. Dan semoga dengan ini, diharapan mereka tetap memiliki kesadaran untuk memperhatikan makna dari apa yang digelar melalui proses mengajar-belajar dan tidak larut pada hal-hal teknis mengajar-belajar semata.