Renungan Harian: 23 November 2022

Renungan Harian
Rabu, 23 November 2022

Bacaan I: Why. 15:1-4
Injil: Luk. 21:12-19

Dinilai

Sekali waktu dalam pelatihan persiapan memasuki dunia kerja, kami mengajak peserta bersimulasi, mulai dari proses mereka membuat lamaran, sampai persiapan pengelolaan keuangan saat diawal masuk dunia kerja.

Saat masuk tahap wawancara, saya melihat seorang peserta yang saya kenal secara pribadi. Dia orang yang supel, percaya diri dan easy-going. Tapi kali itu, dia tampak canggung dengan pakaian formil yang dia kenakan untuk sesi wawancara itu. Rekan saya yang mewawancaranya, sehingga saya tidak tahu persis bagaimana proses saat wawancara. Tapi setelah proses evaluasi simulasi wawancara saya baru paham bahwa dia gugup dengan proses penilaian yang kami berikan. Demikian juga dengan banyak peserta lainnya.

“Iya pak, rasanya nyata banget kami berhadapan dengan perwakilan perusahaan, dan kami merasa dinilai bukan saja soal kemampuan kami tapi diawali dari penampilan kami dari ujung kaki ke ujung kepala. Gugupnya buat buyar persiapan wawancara pak.”kata salah seorang dari peserta

“Iya pak, saya jadi tergoda untuk tidak menjadi diri saya, walau sekarang sudah diingatkan untuk menampilkan versi terbaik diri kita dihadapan pewawancara, tapikan justru karena takut dinilai buruk, malah pengennya menutupi diri”sahut yang lain.

Saya tertegun dan sadar, bahwa kondisi ini juga terjadi dalam hidup keseharian. Kita akan sulit menjadi diri kita, dan apa yang kita perjuangkan, saat kita tahu kita nilai, kita akan dinyatakan baik atau buruk, benar atau salah, dengan alat ukur yang disiapkan oleh orang lain dan belum tentu objektif. Mereka yang merasa memiliki kuasa lebih, akan memberikan pengaruh besar pada diri kita. Lalu bagaimana kita melanjutkan pilihan dan nilai diri kita?teguh pada nilai diri, atau berubah begitu saja.

Hari ini Tuhan mengingatkan, bahwa banyak pihak yang punya pengaruh dan kuasa akan berpotensi memberi pengaruh pada kita, mulai dari memberi penilaian sampai merenggut jati diri dan nilai nilai yang kira miliki. Apa yang akan kita lakukan?

Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.

Kita akan terus belajar teguh pada nilai nilai hidup kristiani, dan menjalankannya dalam kehidupan sehari hari, sebagai saksi akan kasih Kristus.

Greg Tjai

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.