Renungan Harian: 21 November 2022

Renungan Harian
Senin, 21 November 2022
Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah

Bacaan I: Why. 14:1-3,4b-5
Injil: Luk. 21:1-4

Hanya punya sedikit

Para senior pernah bercuriga, bahwa Relawan muda itu tidak akan dapat fokus menjalankan kerja di lembaga sosial itu, karena dia menolak menjadi pegawai tetap di lembaga itu dan memutuskan bekerja di Perusahaan lain, sambil tetap menjadi relawan disana.

“Mas, bukan saya tidak mau bekerja disini, tapi saya harus lebih mapan karena sudah harus menafkahi keluarga”jawab relawan muda yang baru saja lulus kuliah, namun punya tanggungan orang tua.

“Katanya kamu punya keprihatinan pada issue kita? Apa tidak lebih baik disini, apalagi ini sedang ada lowongan, besok besok kamu mau bergabung malah tidak bisa loh”seorang senior berniat membujuk

“Semoga saya tetap bisa bantu, walau tidak dapat gaji tetap dari sini mas. Dan saya berusaha untuk bantu sebisa saya”jawabnya tampak ragu.

Keraguan itu juga yang masih terus membayangi para senior dan teman teman lain. Tapi komitmen pribadi tidak bisa diukur hanya lewat omongan, tapi lewat perbuatan.

Dia tahu, bahwa lembaga itu tidak dapat memberi nafkah yang cukup, tapi nilai dan issue yg diperjuangkan sangat patut diupayakan. Maka setiap pagi, sebelum kerja dari pkl 09.00-17.00, dia selalu menyempatkan diri datang ke lembaga, mengerjakan tanggungjawabnya sebagai relawan, dari pukul 07.00 – 08.30. sepulang kerja, dia selalu mampir dan bekerja dari pukul 18 sampai pekerjaannya rampung. Lembaga tetap menerima pegawai baru, yang juga perlu relawan muda koordinir dan ajari. Bertahun tahun relawan ini memilih melakukan ini.

“Saya sadar, dengan tidak menjadi pegawai tetap, saya tidak bisa 100% hadir. Saya hanya punya sedikit, mungkin hanya punya 10% dibanding pegawai tetap, tapi saya akan berusaha, agar 10% yang saya beri, bisa setara 100% atau lebih dari yang lain”katanya saat tetap masih ada yang mempertanyakan komitmen nya memberi pelayanan di lembaga itu.

Walau bagi banyak orang dia tetap dilihat sebagai relawan, orang luar dan tidak dianggap serius, tapi yang tahu dengan apa yang dia kerjakan paham, bahwa yang dia beri dari keterbatasanya, lebih banyak dari banyak orang yang menjadi pegawai tetap disana.

Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya

Komitmen diri membawanya pada upaya tulus yang diberkati. Dari sedikit yang dia beri, menjadi berlimpah saat diterima orang lain.

Semoga kita bisa terus berbagi, walau dari keterbatasan yang kita miliki.

Ad Maiorem Dei Gloriam

Greg Tjai

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia. 
Iklan