Renungan Harian: 20 November 2022

Renungan Harian
Minggu, 20 November 2022
HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM

Bacaan I: 2Sam. 5:1-3
Injil: Luk. 23:35-43

Sadar diri

Setelah selesai rapat, saya menyapa seorang rekan ketua divisi, yang saat dirapat tadi, untuk kesekian kalinya, dia ditegur dan disindir karena kesalahan dan kesalahan koordinasi anggota divisinya.

“Mas, dirimu baik baik?”saya menyapa untuk memastikan kondisinya

“Baik mas, aku baik baik saja, aku rapopo mas” sambil guyon, dia menjawab

“Oh syukurlah. Jujur saya khawatir dirimu tidak nyaman dan kesal oleh perlakuan beberapa teman yang mengungkit ungkit serta mengulang evaluasi kegiatan yang lalu.”saya menjelaskan

“Oh itu, yaaaah kalau dirasa rasa yah memang kesal mas, malu dan agak tidak terima, karena kan itu sudah di evaluasi, ngapain diungkit ungkit lagi.

Tapi aku sadar mas, evaluasi terjadi karena memang kesalahan dan pelanggaran yang aku serta divisi ku lakukan. Itu merugikan teman teman, bahkan ada yang sungguh kepahitan karena pertengkaran yang terjadi saat itu.

Jadi aku sadar diri mas. Bahwa ini masih masuk dalam proses perbaikan diri kami. Olok olok dan teguran berulang aku jadikan pengingat saja mas. Refleksi untuk tidak mengulangi kesalahan, dan bila nanti menjadi orang yang dirugikan, tetap punya belas kasih, karena sekarang aku tahu rasanya yang tidak nyaman ini”dia menjelaskan

Saya senang mendengar jawabannya, bukan hanya karena dia tidak marah, tapi karena refleksi dirinya yang mengingatkan saya, untuk menjadi pribadi yang mau belajar dari hal baik, pun buruk, serta tetap berendah hati untuk selalu tahu diri, dan sadar diri.

Kadang kita tersulut emosi, sehingga kehilangan jati diri kita. Kita sering lupa pada kondisi dan situasi sekitar, bahkan pada kondisi dan situasi diri.

Hari ini kita belajar dari penjahat yang disalib disisi Yesus. Kesadaran dirinya, membawanya berada disurga bersama Sang Raja.

Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”

Semoga, kesadaran diri kita, selalu mengingatkan kita, bahwa Kristus adalah Raja, dan kita hamba hamba Nya. Semoga Teladan sang Raja, membawa kita Kesadaran Diri yang berbuah kasih.

Greg Tjai

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.