Renungan Harian: 6 November 2022

Renungan Harian
Minggu, 6 November 2022

Bacaan I: 2Mak 7:1-2, 9-14
Bacaan II: 2 Tes 2:16-3:5
Injil: Luk. 20:27-38

Orang Hidup

“Kami, dipernikahan kami tidak ada uparaca adat injak telur dan cuci kami suami”kata seorang mba berkisah tentang ritual dalam upacara pernikahan mereka, dalam sebuah pelatihan Kepekaan Gender.

Saya sudah mengenal mereka cukup lama, saya ingat betul bagaimana relasi mereka sebagai sahabat. Sebagai penggiat issue keadilan dan kesetaraan gender, mereka tahu bahwa salah satu tantangan terbesar adalah budaya di rumah.

Dalam pernikahan mereka, budaya adil dan setara mereka sepakati sebagai budaya baru, mengganti budaya yang mereka belum temukan jawab, selain kata
“Ya dari dulunya begitu, kalau tidak, bisa pamali”

Mereka menyepakati, tradisi dari masa lalu yang memanusiakan manusia dibawa dan dilestarikan, namun bila tradisi tidak mendorong keadilan dan kesetaraan, serta memanusiakan manusia sebagai citra Allah, maka perlu dikaji ulang dan direvisi. Mereka yakin, bahwa fokus relasi yang ada, adalah milik mereka yang hidup, bukan hanya soal tradisi, warisan pendahulu yang sudah mati.

Dulu saya sulit memahaminya, dan melihatnya sebagai tindakan nekat, karena berani membuat “budaya sendiri” yang tak populer. Dan kini setelah bertahun-tahun kemudian, mereka sudahbpunya 2 anak remaja, yang juga hidup dalam budaya adil dan setara. Ternyata bisa.

Kadang kita melihat masa lalu sebagai patokan, sehingga lupa pada masa kini dan manusia manusia yang ada.

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup

Semoga kita berani menatap Allah yang ada di wajah mereka yang hidup disekitar kita.

Greg Tjai

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.
Iklan