Renungan Harian: 8 Mei 2022

Renungan Harian
Minggu, 08 Mei 2022
Hari Minggu Paskah IV

Bacaan I:  Kis. 13: 14. 43-52
Bacaan II: Why. 7: 9. 14b-17
Injil: Yoh. 10: 27-30

Khotbah

Dulu sewaktu saya belum menjadi imam, saat saya masih menjadi seorang karyawan, saya pergi ke gereja hanya 1 minggu sekali. Saya biasa pergi ke gereja bersama dengan beberapa orang teman dan pilihan gerejanya juga acak, tidak satu paroki yang sama.
 
Setiap kali pulang gereja, pembicaraan kami selalu sama yaitu mengenai khotbah pastor. Sering kali dalam pembicaraan itu kami merasa bahwa kami tidak tahu apa yang dikhotbahkan pastor. Kami tidak mengerti pastor itu khotbah apa, ngomong apa. Sering kali pula kami mengomentari bahwa pastor dalam berkhotbah tidak menarik, monoton, atau hanya membaca catatan yang telah dibuatnya. Ada pastor yang khotbah berapi-api tetapi tidak jelas ngomong apa, menerangkan kitab suci dengan bahasa-bahasa yang tidak kami mengerti bahkan ada teman yang mengatakan bahasa pastor itu lebih sulit dari  bahasa kitab suci. Ada pastor yang membacakan khotbahnya dengan amat monoton bikin mengantuk meski isinya menarik sehingga membuat tidak didengarkan pesannya.
 
Setelah menjadi imam, saya baru merasakan betapa sulit menyiapkan khotbah yang singkat padat, bahasa sederhana tetapi mendalam. Belum lagi harus berhadapan dengan bacaan yang berulang-ulang, sehingga untuk menemukan pesan yang berbeda menjadi tantangan tersendiri.
 
Pada masa sekarang di era media sosial tantangan untuk menyampaikan khotbah yang baik dan menarik menjadi lebih besar. Tantangan baru yang muncul adalah bagaimana imam memberikan khotbah yang menarik, singkat, benar dan mendalam. Khotbah bukan hanya soal membahas sabda Tuhan hari itu tetapi bagaimana memberikan refleksi atas sabda Tuhan dengan menarik dan mendalam. Di luar sana banyak khotbah-khotbah yang diberikan oleh banyak orang yang amat menarik meski sering kali kurang mendalam dan “menyeleweng” dari ajaran iman katolik. Para penikmat tidak lagi kritis soal benar salah tetapi cara pembawaan yang menarik membuat terpesona sehingga kalau tidak hati-hati menjadi tersesat.
 
Umat membutuhkan imam yang mampu berkhotbah menarik, mendalam dan singkat. Sehingga umat yang dibanjiri khotbah-khotbah yang bisa membawa umat tersesat tidak terpengaruh karena tahu ada imamnya yang berkhotbah dengan menarik. Tantangan yang tidak mudah minimal untuk saya sendiri.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam injil Yohanes: “Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku.”
 
Iwan Roes RD.

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.