Renungan Harian: 5 Mei 2022

Renungan Harian
Kamis, 05 Mei 2022

Bacaan I: Kis. 8: 26-40
Injil: Yoh. 6: 44-51

Nyapih

Seringkali saya memperhatikan polah tingkah burung Love Bird di kandang yang cukup besar di halaman pastoran. Salah satu hal yang menarik adalah melihat bagaimana induk burung mengajar anak-anaknya untuk terbang dan mencari makan. Induk burung akan menemani anak-anaknya dan menjaga dari gangguan burung-burung yang lain. Induk burung akan terbang bolak balik dari sangkarnya ke ranting-ranting yang ada di kandang, dan kemudian anak-anaknya mengikuti.

Induk burung terbang ke arah dimana tersedia makanan dan seolah memberi tahu pada anak-anaknya mana yang boleh dimakan dan dengan cara bagaimana memakannya, apakah itu jagung, sayuran atau biji-bijian yang tersedia. Saya tidak tahu berapa lama itu berlangsung tetapi beberapa hari kemudian saya melihat bahwa anak-anak burung itu sudah disapih. (Istilah itu biasa digunakan untuk anak yang lepas ASI, dan untuk burung berarti lepas dari induknya). Artinya setelah dianggap bahwa anak-anaknya mampu mencari makan dan mempertahankan hidupnya maka anak-anak burung itu disapih.
 
Memperhatikan bagaimana burung itu  mengajar anak-anaknya saya ingat beberapa tahun lalu saya selalu iri dengan saudara-saudara saya umat muslim. Saya melihat orang tua, mengantar anak-anaknya ke mushola untuk belajar ngaji. Anak-anak itu diberi pakaian muslim yang bagus-bagus. Orang tuanya mengantar dan menjemput bahkan saya pernah melihat bagaimana orang tua menjemput anaknya yang sedang main bola agar berhenti dan pergi ke mushola. Saya iri karena banyak orang tua katolik seringkali keberatan kalau anak-anaknya ada kegiatan di gereja karena mereka keberatan untuk mengantar anak-anaknya ke gereja. Satu sisi saya bisa mengerti tetapi sisi lain memunculkan keprihatinan dalam diri saya. Saya bisa salah tetapi sepertinya banyak orang tua yang agak abai dengan pendidikan dan pembinaan iman anak-anaknya.
 
Saya mengandaikan pendidikan dan pembinaan iman adalah cara orang tua mengajar anak-anaknya seperti induk burung untuk terbang dan mencari makan. Kalau orang tua abai maka anak-anak itu akan disapih namun belum punya kemampuan untuk hidup dan mempertahankan hidupnya. Apa yang akan terjadi mungkin seperti burung Love Bird baru dimasukkan ke dalam kandang besar saya. Burung itu akan menyendiri, dan ketakutan. Setiap kali mau mencari makan selalu diganggu burung-burung lain sehingga kalah.
Burung itu beberapa hari kemudian saya temukan sudah mati, mungkin karena kelaparan atau dipatok burung lain.
 
Sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam injil Yohanes, Tuhan bersabda: “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seseorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Pertanyaan dalam diri saya, akankah anak-anak itu tahu akan apa yang membuat mereka hidup?
 
Iwan Roes RD.

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.