Renungan Harian: 3 Mei 2022

Renungan Harian
Selasa, 03 Mei 2022
Pesta St. Filipus dan Yakobus Rasul

Bacaan I: 1Kor 15:1-8
Injil: Yoh 14:6-14

Jual Nama

Waktu kecil dulu, saya selalu tahu, bahwa untuk mendapat izin pergi tanpa ditanya-tanya, kata kuncinya adalah “Gereja”. Ibu saya termasuk orang tua yang senang dan bangga kalau anaknya aktif dan terlibat diberbagai kegiatan di Gereja. Bahkan sampai sekarang, ketika berkaitan dengan pelayanan di Gereja, ibu saya selalu tampak antusias mendukung.

Tapi saya ingat, tidak sekali dua kali saya menggunakan nama “Gereja” untuk curi curi waktu dan pergi main bersama teman. “Latihan Misdinar” dan “Pertemuan Misdinar” adalah yang paling sering saya pakai. Hanya untuk pergi ke Jaya Plaza bermain DingDong.

Beranjak dewasa, saya sering mendampingi OMK dalam pelatihan pelatihan pengembangan diri, dan tidak jarang pesertanya minim. Pernah saya bertanya pada salah satu pengurus di salah satu paroki,
“Jarang dapat izin, ortu banyak yg curiga anak anak kalau kumpul kumpul hanya diajak main main dan merokok”jawabnya.

“Loh kok bisa mikir gituh orang tuanya?” Tanya saya penasaran

“Iya kak, pernah ada yang ke’gep kumpul kumpul di belakang, sambil merokok, trus rame deh itu berita di antara orang tua. Sedari saat itu jadi susah ngundangnya”jawabnya

Mungkin itu juga yang akan terjadi pada saya, kalau ibu saya tahu, bahwa dulu saya pernah menjual nama Gereja hanya untuk hal-hal lain. Saya paham pasti orang tua kecewa saat kepercayaan yg diberikan, dikhianati dan berlanjut ke kebohongan lainnya.

Bila kita mau lihat lebih dalam, Nama Gereja dan Aktif di Gereja untuk melakukan pelayanan, sangat dikenal sebagai tindakan baik. Karenanya orang tua menjadi sangat mudah memberikan izin dan kepercayaan. Pelayanan dan kegiatan di Gereja dipercaya membantu orang untuk mau terlibat dan mengasah diri menjadi pribadi yg baik.

Ada kepercayaan yang dikenali umum saat kita membawa nama Gereja. Melakukan perbuatan baik, jujur, dan penuh kasih, adalah hal hal yang sering melekat didalamnya. Sangat mudah seseorang mengatakan saya aktifis gereja, saya kristen, saya katolik, namun dalam prakteknya, kita hanya menjual nama, karena kita hanya ingin terlihat baik, jujur, dan penuh kasih, padahal sering tidak demikian.

Bukankan sudah tertulis dalam Injil Yohanes,
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.”

Sungguhkah kita sudah percaya pada Nya? Atau hanya menjual nama?

Greg Tjai

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.