Renungan Harian: 5 Januari 2022

Renungan Harian
Rabu, 05 Januari 2022

Bacaan I: 1Yoh. 4:11-18
Injil: Mark. 6:45-52

Ma.ga.but

“Nggak ada orang yang gue pengen liat magabut (makan gaji buta), dan duduk manis, sambil tebar pesona, selain Lukman………” Seru seorang teman ditengah area outbound selepas semua aktifitas lapangan, dan disambut dengan gelak tawa kami; tim Fasilitator yang menemani proses Pelatihan yang menempatkan kegiatan outbound ditengahnya.

Lukman tersenyum dan melambai kepada semua anggota Tim dan peserta, disambut dengan tepuk tangan dan tawa geli peserta yang hadir. Kegiatan selama 3 hari itu membuat kami akrab dengan para peserta, dan guyonan seperti itu mudah dikenali dan diterima oleh semua.

Kami senang bila Lukman magabut, tidak mengerjakan apapun. Bukan berarti dia tidak bekerja, tapi karena akan lebih baik bila keahlian dan spesialisasinya tidak perlu diterapkan didalam kegiatan. Firman seorang Paramedis, dia hadir sebagai bagian dari tim, untuk menemani dan mengawasi para peserta dan tim, serta segera memberikan pertolongan bila ada yang cidera, sakit atau kecelakaan.
Kami sadar betul, bahwa kehadirannya penting, dan menjadi persyaratan, terutama tiap kali kegiatan pelatihan melibatkan aktifitas outbound.

Disisi lain, sebagai bagian dari fungsi fasilitasi, kami sadar bahwa rasa aman dan tidak khawatir, menjadi bagian penting yang perlu kami kendalikan dari para peserta, agar mereka bisa mengikuti kegiatan dengan baik, dan gembira. Kami sering mendapati, peserta menjadi lebih tenang dan yakin untuk mengikuti kegiatan, ketika mereka tahu, ada Paramedis bersama dengan mereka.

Bila ditelaah lebih dalam, Lukman tidak pernah benar benar magabut. Kehadiran dan kesiap siagaannya dirasakan dan memberi pengaruh yang besar pada semua anggota tim, dan peserta. Dia memberi tanda, mengingatkan, dan mengarahkan orang orang agar tetap mawas diri dan sekitar, saat sedang berkegiatan. Hal hal tersebut menanamkan rasa percaya dan aman pada para peserta.

Dalam hidup, kita tahu bahwa tidak mudah menghilangkan rasa takut dan menanamkan rasa aman, serta percaya dalam diri kita. Hanya saat kita sungguh kenal dan yakin sajalah, baru rasa aman dan percaya hadir. Dalam keseharian kita, kita tahu bahwa rasa aman dan percaya hanya ada saat kita sungguh mengenali kehadiran dan pemeliharaan-Nya.

Yang menjadi tantangan dan pertanyaan bagi kita adalah, apakah kita mampu mengenali, merasakan dan menemukan Tuhan yang hadir dalam setiap langkah kita? kehadiran yang memberikan rasa aman, dan Iman yang teguh? Atau kita termasuk yang bebal dan perlu berulang kali diberi tanda untuk merasakan kehadiranNya?

Seperti tertulis dalam injil hari ini, walau Tuhan sudah memberi banyak tanda, para murid masih juga perlu diingatkan “tenanglah! aku ini, jangan takut”.

Greg Tjai

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.