Renungan Harian: 19 November 2021

Renungan Harian
Jumat, 19 November 2021

Bacaan I:1Mak. 4:36-37,52-59;
Injil: Luk. 19: 45-48

Prioritas

“Udah nggak anehlah, udah, biar aja, artinya konsumsinya bisa jadi tambahan buat kitakan…”
Ucap seorang teman, dengan tertawa, entah apakah itu sarkas, atau sungguh sebuah humor, yg pasti dia mengatakan itu untuk menanggapi seorang rekan yang untuk kesekian kalinya mangkir dalam rapat kegiatan komunitas, seperti juga mangkir ya di komunitas belakangan ini. Beberapa rekan ikut tertawa, sementara beberapa yang lain tampak terganggu dengan berita yang kami baca bersama lewat WAG kami.

“Aku terganggu nih, nggak nyaman banget dengan apa yang selalu dia lakukan, membawa ide besar, sepakat untuk mengadakannya bersama, tapi trus ngilang tiap kita perlu bersiap dan melaksanakan kegiatan kita. Yg buat aku makin nggak nyaman tuh, karena aku tahu dia nggak ikut kegiatan kita, karena dia sibuk dengan kegiatan lain, yang datang setelah dia berkomitmen untuk jalan bersama dengan kegiatan kita.

Nggak pengen kesel atau marah sih, karena aku tahu, tiap orang punya hak dan priotiras, akan apa yg jadi pilihan pribadinya, tapi yg dia lakukan itu buat aku merasa kita tidak penting dan kebersamaan serta kegiatan kita ini, tidak ada apa-apanya, dibanding dengan kegiatan yang dia ikuti dan jalankan bareng ditempat lain.

Dan jujur yang buat aku lebih sedih lagi tuh, gw mulai merasa, dia bukan bagian dari kita, demikian juga kita bukan bagian dari dia. Apa yg dia lakukan tampak beda dan jauh dari apa yg seharusnya dia lakukan.

Kalau ada konsumsi rapat yg bisa buat dia datang, aku beliin lah…” Curahan hati seorang teman menanggapi apa yg terjadi dipertemuan komunitas, sore itu. Sharingnya membuat kami terdiam dan mulai merasakan apa yg dia rasakan.

Terkadang karena prioritas lain yg lebih menggiurkan dan menguntungkan, kita lupa akan komitmen dan prioritas hidup kita. Kita lupa akan fondasi yg kita sepakati, pahami dan amini, lalu berbahagia diatas penyangkalan dan perselingkuhan.

Dari pertemuan sore itu, saya belajar dan mempertanyakan pada diri sendiri, soal prioritas dan komitmen, serta kesetiaan saya pada proses.

Sungguhlah tidak mudah, menjadi selalu sadar akan prioritas, dan komitmen, saat kita tidak menganggapnya sungguh ada dan perlu dipelihara, serta dijaga.

Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Lukas, Yesus murka akan apa yg terjadi di Bait Allah. Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Hilang arah, keberadaan Bait Allah tercemar oleh prioritas lain yg ada disana. Mereka lupa tujuan mereka hadir di Bait Allah, mereka pungkiri prioritas utama kehadiran mereka disana.

Apakah aku tahu prioritas hidupku? Adakah aku setia dan berkomitmen pada Tujuan hidup iman kita, untuk memuji, menghormati, serta mengabdi Allah Tuhan kita?

Greg Tjai

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.