Renungan Harian: 14 November 2021

Renungan Harian
Minggu, 14 November 2021
Hari Minggu Biasa XXXIII

Bacaan I: Dan. 12: 1-3
Bacaan II: Ibr. 10: 11-14. 18
Injil: Mrk. 13: 24-32

Pinjol

Berita aktual yang banyak muncul akhir-akhir ini adalah segala hal yang berkaitan dengan pinjol (pinjaman online). Begitu banyak korban pinjol yang mengalami persekusi secara psikis, sebagian berupa ancaman-ancaman maupun berita, tentang orang yang pinjam, beritanya disebarkan ke semua kontak orang yang pinjam, dengan tujuan untuk mempermalukan.

Pemerintah memberi perhatian sehingga kepolisian menyelidiki dan kemudian berhasil menangkap sejumlah kelompok pinjol; namun demikian tidak berarti pinjol bisa dihapus.
 
Menilik para korban pinjol  tidak hanya terbatas pada kalangan yang “kurang pengetahuan” atau berpendidikan rendah, banyak orang yang dapat disebut berpendidikan tinggi  ikut menjadi korban. Maka dapat disebut bahwa korban pinjol adalah semua kalangan. Sering muncul pertanyaan bagaimana mungkin orang-orang yang berpendidikan tinggi bisa menjadi korban pinjol. Dengan demikian pasti ada sesuatu yang menarik dari pinjol ini.
 
Beberapa kali muncul dalam whatsapp saya, tawaran-tawaran pinjaman tanpa agunan cukup dengan KTP atau bahkan cukup dengan klik ikon tertentu. Tawaran-tawaran dengan berbagai bahasa yang menggiurkan, seperti “anda terpilih untuk mendapatkan pinjaman tanpa agunan”; “anda mendapatkan kesempatan emas untuk mendapatkan pinjaman”; “anda membutuhkan modal usaha? Kami solusinya” dan masih banyak lagi bahasa-bahasa yang menggiurkan.
 
Saya membayangkan ketika situasi ekonomi yang amat sulit terutama akibat pandemi covid 19 seperti sekarang ini, saya ada dalam kesulitan keuangan dan sungguh-sungguh membutuhkan, sementara ada tawaran-tawaran yang menggiurkan. “Orang” menawarkan pinjaman tanpa agunan dengan persyaratan mudah tentu amat menggiurkan sehingga tanpa pikir panjang akan mengambil tawaran itu. Berkaitan resiko tidak banyak dipikirkan karena pada saat transaksi semua berlangsung dengan mudah dan ramah. Bahwa kemudian ada resiko yang begitu mengerikan tidak pernah terbayang dan terpikirkan. Situasi yang sulit dan berhadapan dengan tawaran-tawaran “solusi” yang menggiurkan membuat orang menjadi kalap.
 
Situasi orang berhadapan dengan pinjol memberikan gambaran situasiku berhadapan dengan tawaran-tawaran dunia. Saya sadar dan tahu akan tujuan hidupku menuju pada Allah untuk mencapai kehidupan kekal. Namun dalam perjalanan peziarahan itu tidak selamanya ada dalam situasi damai, aman dan menyenangkan. Seringkali aku berada dalam situasi terpuruk, situasi desolasi yang mendalam sementara pada saat yang sama ada begitu banyak tawaran-tawaran jalan pintas keluar dari situasi atau tawaran-tawaran untuk lari dari situasi. Betapa situasi itu membuat diriku ada dalam kebingungan dan keresahan yang luar biasa. Betapa situasi seperti membuat diriku mudah kalap untuk mengambil dan menikmati tawaran-tawaran itu. Adakah kesadaran dan pengetahuanku akan tujuan hidupku masih menjagaku. Bagaimana aku dapat selalu sadar dan waspada dengan berbagai tawaran-tawaran yang menggiurkan itu.
 
Sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam injil Markus mengajak agar kita selalu waspada menjadi manusia berani berjuang berbekal harapan akan masa yang akan datang itu pasti datang. Sadar, waspada dan tekun dalam berjuang menuju kepenuhan hidup. “Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu.”
 
Iwan Roes RD

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.