Refleksi Sahabat CLC – “ BULIR JAGUNG TERKECIL ”

Dalam rangka ikut merayakan Tahun Ignasian (20 Mei 2021 – 31 Juli 2022), kami sajikan tulisan refleksi Sahabat CLC: Rm. Antonius Sumarwan, SJ atau yang biasa disapa dengan Rm. Marwan SJ dengan judul tulisan “Bulir Jagung Terkecil“.

Saat ini Rm Marwan menepuh studi S3 dalam bidang akuntansi di Queensland University of Technology (QUT), Brisbane, Australia.

Rm. Marwan pertama kali hadir dalam kegiatan CLC yaitu pada bulan Februari 2016 yang lalu dalam acara pengantar Latihan Rohani Pertama.

Selamat membaca dan berefleksi.

Ad Maiorem Dei Gloriam.

IgnatiuS00

Bulir Jagung Terkecil

Oleh Antonius Sumarwan, SJ

Seandainya saat ini Tuhan datang menjumpai Anda, lalu meminta sesuatu dari Anda, kira-kira apa yang akan Anda berikan kepada-Nya?

Untuk memperjelas pertanyaan ini sekaligus memberikan kesempatan untuk berpikir, marilah kita ikuti puisi karya Rabindranath Tagore (1861 – 1941), sastrawan asal India yang memperoleh Hadiah Nobel di bidang sastra pada 1913. Puisi ini berjudul “The Least Grain of Corn,” suatu kisah seorang pengemis yang bertemu dengan Sang Raja yang dia kagumi.

I had gone a-begging from door to door in the village path, when Your Golden chariot appeared in the distance like a gorgeous dream, and wondered who was this King of all Kings! (Aku telah mengemis dari pintu ke pintu di jalan desa, ketika kereta Emas-Mu muncul di kejauhan seperti mimpi indah, dan bertanya-tanya siapa Raja dari segala Raja ini!)

My hopes rose high, and I thought my evil days were at an end. I stood waiting for alms to be given unasked and for wealth to be scattered on all side in the dust. (Harapanku naik tinggi, dan kupikir hari-hari burukku sudah berakhir. Aku berdiri menunggu sedekah diberikan tanpa diminta dan kekayaan tersebar di sepanjang jalan.)

The chariot stopped where I stood. Your glance fell on me, and You came down with a smile. I felt that the luck of my life had come at last. Then all of a sudden You held out your right hand, saying, “What have you to give me?”
(Kereta berhenti di tempat aku berdiri. Tatapan-Mu jatuh padaku, dan Engkau turun dengan senyuman. Aku merasa bahwa keberuntungan hidupku akhirnya datang. Lalu tiba-tiba Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu, berkata, “ Apa yang hendak engkau persembahkan kepada-Ku?”)

Ah, what a kingly jest was it to open Your palm to a beggar to beg! I was confused and stood undecided, and then from my wallet I slowly took out the least little grain of corn and gave it to You. (Ah, sungguh lelucon raja yang membuka telapak tangan-Mu untuk seorang pengemis untuk mengemis! Aku bingung dan berdiri ragu-ragu, kemudian, pelan-pelan aku mengambil dari kantong kecilku sebutir jagung terkecil dan memberikannya kepada-Mu.)

How great was my surprise when at the day’s end, I emptied my bag of the floor only to find a least little grain of gold among the poor heap! I bitterly wept and wish that I had the heart to give You my all. (Betapa terkejutnya aku ketika di penghujung hari, aku mengosongkan tasku dari lantai hanya untuk menemukan sebutir emas di antara tumpukan yang malang! Aku menangis dengan sedih dan berharap aku memiliki hati untuk memberikan semua milikku kepada-Mu.)

Kisah ini dapat dimaknai sebagai penggambaran berlakunya hukum “tabur tuai”: Barangsiapa menabur banyak, maka dia akan menuai banyak juga; barangsiapa siapa berkorban untuk sesuatu, kepadanya akan diberikan ganjaran. Ini berlaku baik dalam pekerjaan, studi, relasi, kehidupan keluarga maupun hal lain. Namun, lewat kisah ini, Tagore terutama ingin mengambarkan pola relasi kita dengan Tuhan.

Kalau kita menyadari keterbatasan – kemiskinan – kita di hadapan Tuhan yang maha segalanya, tidaklah sulit untuk menggambarkan diri sebagai seorang pengemis sementara Tuhan kita gambarkan sebagai Raja segala raja. Tidaklah aneh pula bahwa saat berjumpa dengan Tuhan, kita berharap Dia akan memberikan segala yang kita perlukan, melepaskan kita dari segala kesulitan, dan melimpahi kita dengan berkat dan kekayaan.

Namun ada kejutan dalam kisah ini. Sang Raja ternyata mendatangi pengemis itu bukan untuk memberikan derma, melainkan untuk meminta persembahan darinya: “Apa yang hendak engkau persembahkan kepada-Ku.” Si pengemis pun heran dan bingung. Tak mungkin menolak permintaan Sang Raja, “kemudian, pelan-pelan aku mengambil dari kantong kecilku sebutir jagung terkecil dan memberikannya kepada-Mu.” Kalimat ini menandakan keterpaksaan dan ketidakrelaan Si pengemis. Ia pun memberikan apa yang membuatnya paling sedikit berkorban, sesuatu yang baginya paling tidak berharga: sebulir jagung yang paling kecil!

Tiba di rumah si pengemis menghitung hasil pekerjaan hari itu. Dan betapa terkejut ia saat saat menemukan sebutir emas seukuran bulir jagung berada di antara tumpukan barang sedekah. Dia pun menyesal: “Aku menangis dan berandai memiliki hati yang rela untuk memberikan kepada-Mu segala yang kumiliki.”

Kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan ternyata tidak hanya murah hati kepada kita, melainkan Dia juga hendak mengajari kita agar dapat seperti Dia murah hati. Tuhan Yesus bersabda: “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Luk 6:38).

Dan kembali ke pertanyaan pada awal tulisan ini, apa yang akan Anda berikan kepada Tuhan kalau saat ini Dia meminta sesuatu dari Anda?***

(Antonius Sumarwan, SJ)

Lampiran-lampiran Tambahan :

DOKUMENTASI KEGIATAN DENGAN CLC 

* LATIHAN ROHANI PEMULA DI CLC DI YOGYAKARTA

DOKUMENTASI KEGIATAN RM MARWAN SJ

Dosen di Fakultas Ekonomi dan MM Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

https://www.usd.ac.id/fakultas/ekonomi/mmusd/daftar.php?id=berita&noid=139&offset=0

Aktif di Credit Union (CU) .. Pendiri CU Pelita Sejahtera / CUMI PS

https://kukangmerah76.wordpress.com/2014/11/13/antonius-sumarwan-sj-melayani-nasabah-kelas-bawah/

KOORDINATOR LATIHAN ROHANI PEMULA -LRP

Facebook LRP :
https://www.facebook.com/Latihan-Rohani-Pemula-580801972593426

10 April 2015 Rm Antonius Sumarwan SJ menyelesaikan pelatihan Latihan Rohani Pemula oleh Michael Hansen SJ di Canisius College, Pymble, Melbourne, Australia.


Webinar LRP di YouTube


LRP Season1 (11 Mei – 7 Juni 2020) : https://www.instagram.com/p/B_Y-Hn7AOMY/?utm_source=ig_web_copy_link

LRP Season2 (3 Agustus – 6 September 2020) : https://www.facebook.com/events/3441124645908445/?ref=newsfeed

LRP Season3 (11 Oktober – 22 November 2020) :

Webinar Pedoman Pembedaan Roh 1 berdasarkan Latihan Rohani St. Ignatius Loyola : https://www.youtube.com/watch?v=B5dd0jUmE4Q

Webinar Pedoman Pembedaan Roh 2 : https://www.youtube.com/watch?v=KkJoKgf7OIY&list=PLcqDIBhbd-quOqDgKtmKSl9rHSfIuWB-z&index=3

#UAPSTORIES: Kejutan dari Allah [EPISODE 1] : https://www.youtube.com/watch?v=9QNL4FU4OYM

Buku Latihan Rohani Pemula : https://www.youtube.com/watch?v=pDMiRvQRXrE

LRP Season4 (22 Februari – 28 Maret 2021) :

Ngobrol Pembedaan Roh Ignasian (Seri I – LRP Season 4)L : https://www.youtube.com/watch?v=E2TT6LR_UJw&list=PLcqDIBhbd-quOqDgKtmKSl9rHSfIuWB-z&index=2

Ngobrol Pembedaan Roh Ignasian (Seri II – LRP Season 4) : https://www.youtube.com/watch?v=_X850UaYE-g&list=PLcqDIBhbd-quOqDgKtmKSl9rHSfIuWB-z

LRP Season5 (1 Agustus – 12 September 2021) :

LRP Season6 (1 November – 5 Desember 2021) :

https://qut.zoom.us/rec/share/d17WQVadusMKAVclJtnNGe7FFebMWGiwvVpGbUB3L0bNLRC1z3aClFKHxxkDoXOG.hb_iOjWJ4j-7ELHX passcode : Uu&MH=1k

PENGURUS DAN FASILITATOR LRP

WEBINAR ZOOM MEETING DI LRP – 4x


PERTEMUAN PERCAKAPAN ROHANI DALAM KELOMPOK KECIL DI LRP – TIAP MINGGU selama 5 minggu


Caminar con Inigo (Berjalan bersama Inigo) yang ada di YouTube (15 Mei – 29 Mei 2021) via zoom :


1. Caminar con Inigo – Pengantar Ziarah 1 (Sabtu, 15 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=TCvLY13ugvg

2. Caminar con Inigo – Pengantar Ziarah 2 (Minggu, 16 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=-Lz7lEz-FsM

3. Caminar con Inigo – Pengantar dan Puncta Umum – (Senin, 17 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=nuGuxy31uCI

4. Caminar con Inigo – Puncta 1 “Terluka di Pamplona” -(Senin, 17 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=blQNi7KDNe4

5. Caminar con Inigo -Puncta 2 “Bacaan Rohani: Kelahiran Kembali” (Rabu, 19 Mei 2021)
https://www.youtube.com/watch?v=MZJgjLgOl8k

6. Caminar con Inigo -Puncta 3 “Maria Aranzazu” (Jumat, 22 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=xxD1v80AkI4

7. Caminar con Inigo -Puncta 4 “Montserrat: Melepas Kuda, Pakaian, dan Pedang” (Minggu, 23 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=NMos_5YK4nI

8. Caminar con Inigo – Puncta 5 “Manresa: Del Hombre de Saco, Al Hombre Santo” (Selasa, 25 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=_azVxx3-lyo

9. Caminar con Inigo – Puncta 6 “Cardoner: Pencerahan di Tepi Sungai” (Kamis, 27 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=f5eiJUkFrkw

10. Caminar con Inigo – Puncta 7 “Barcelona: Berutang Kebaikan” (Sabtu, 29 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=QL-afpJg_FI


Catatan Perjalanan Ziarah Virtual: Caminar con Inigo (15-30 Mei 2021) https://www.youtube.com/watch?v=4VtaENJO5Ug

NARASUMBER DI IGNATIAN TALK …

https://www.youtube.com/watch?v=S55p_0UolVg&t=136s

BERKONTEMPLASI DENGAN FILM “:

Retret BERKONTEMPLASI DENGAN FILM -di Sangkalputung, Klaten .. 7-8 Maret 2020

https://www.youtube.com/watch?v=fyUasTFsh4A&t=47s

PENULISAN CERPEN DLL :

PENULISAN BUKU

https://www.sesawi.net/hati-kudus-yesus-dan-buku-spiritualitas-ignasian/

Diterjemahkan oleh Antonius Sumarwan SJ

https://www.tokopedia.com/stellamarisshop/berdoa-dengan-jujur-william-a-barry-sj-buku-kanisius

https://www.tokopedia.com/matlukman/menyeberangi-sungai-air-mata-by-antonius-sumarwan-sj

https://ebooks.gramedia.com/books/perempuan-dan-anak-anaknya