Renungan Harian: 14 Oktober 2021

Renungan Harian
Rabu, 13 Oktober 2021

Bacaan I: Rom. 2: 1-11
Injil: Luk. 11: 42-46

A d i l

“Romo, mohon romo berkenan berbicara dan mengingatkan suami saya. Seperti romo ketahui, suami saya amat aktif dalam pelayanan di gereja. Untuk urusan gereja pasti menjadi nomor satu bagi suami saya bahkan dia rela untuk mengambil cuti untuk tugas pelayanan. Hidupnya selalu pelayanan dan pelayanan.
 
Selain itu juga mohon romo mengingatkan agar dia tidak mudah memberikan bantuan uang ke orang lain. Romo, dia itu orang entah terlalu baik atau bodoh, dia mudah sekali membantu orang tetapi juga muda ditipu karenanya. Sudah berkali-kali dia membantu orang dan ujung-ujungnya dia kena tipu.
 
Romo, saya tidak melarang suami saya aktif dalam kegiatan pelayanan di gereja, bahkan saya senang dan bangga. Saya juga tidak melarang suami saya untuk membantu orang; saya senang punya suami yang murah hati dan peduli dengan orang lain. Namun saya berharap dia bersikap adil antara keluarga dan pelayanan. Romo, dia itu sama sekali tidak pernah memperhatikan rumah. Semua urusan rumah harus saya. Dia kerja dan pelayanan itu saja kerjanya. Pekerjaan rumah tidak sedikitpun yang disentuh.
 
Dia sibuk kerja dan pelayanan saya bisa mengerti, saya mengalah. Namun sikapnya itu berbeda 180 derajat saat di gereja dan di rumah. Saat pelayanan dia dikenal sebagai orang yang ramah, murah hati selalu menolong. Sedang di rumah dia itu sering marah-marah, selalu minta dilayani. Apalagi dengan anak-anak, dia sama sekali tidak perhatian. Beberapa kali anaknya tanya ini itu atau minta jalan-jalan, dia menjawab sibuk dengan marah. Belum lagi soal keuangan, dia di rumah amat pelit romo. Uang belanja rumah selalu dijatah, cukup tidak cukup segitu, anak-anak minta dibelikan mainan sederhana selalu dijawab tidak ada uang. Kalau anaknya merengek, anaknya akan dimarahi. Itulah romo, persoalan dengan suami saya, sekali lagi romo mohon agar romo berkenan untuk menasehati suami saya,” seorang ibu bercerita.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam injil Lukas, Yesus mengkritik sikap orang Farisi yang menjalankan aturan-aturan agama dan adat istiadat dengan sempurna namun semua itu hanya demi dilihat orang. Sementara di baliknya banyak melakukan tindakan ketidak adilan. “ Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Sebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah.”
 
Bagaimana dengan aku? Sudah adilkah aku?
 
Iwan Roes RD.

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.