Renungan Harian: 12 September 2021

Renungan Harian
Minggu, 12 September 2021
Hari Minggu Biasa XXIV

Bacaan I: Yes. 50: 5-9a
Bacaan II: Yak. 2: 14-18
Injil: Mrk. 8: 27-35

Tidak Kenal

“Bapak setengah baya itu orang baru di kampung kami. Namun meskipun orang baru dan bukan asli dari kampung kami, bapak itu sudah amat kami kenal. Sejak  pertama kali pindah ke kampung kami, beliau memperkenalkan diri ke tetangga-tetangga; beliau selalu mau terlibat kegiatan di kampung kami. Bahkan beliau tidak segan untuk ikut ronda meski pada waktu itu belum dapat giliran. Sikapnya yang ramah dan terbuka membuat beliau cepat akrab dengan warga di kampung.
 
Tidak butuh waktu yang lama, bapak itu menjadi sosok yang dihormati di kampung kami. Beliau dalam pertemuan-pertemuan di kampung selalu mempunyai gagasan-gagasan yang baik untuk kemajuan kampung dan kemajuan orang-orang muda di kampung. Bukan hanya sekedar memberikan gagasan tetapi beliau mau turun tangan untuk mewujudkan gagasannya dan bahkan tidak jarang beliau menjadi donator terbesar untuk mewujudkan gagasannya. Beliau selalu dikenal sebagai orang dermawan di kampung. Entah sudah berapa banyak orang ditolong olehnya.
 
Kami, orang kampung menjadi semakin hormat, manakala kami mengetahui bahwa dia itu seorang pengusaha dengan banyak karyawan yang keluar masuk di rumahnya dengan mobil-mobil bagus. Kami tahu bahwa beliau seorang pedagang di kota, namun memilih tinggal di kampung kami. Bukan hanya tinggal di kampung kami tetapi sungguh melebur dengan warga kampung. Beliau menempatkan diri sedemikian sehingga seolah tidak berjarak dengan warga kampung, meski kalau dilihat dari sisi ekonomi dan pendidikan amat jauh jurangnya.
 
Saat ada pemilihan kepala kampung, kami warga kampung sepakat untuk memilih beliau menjadi kepala kampung kami. Kami sepakat tidak perlu pemilihan karena kami semua telah mufakat bulat memilih beliau menjadi kepala kampung. Namun  kami kecewa tetapi sekaligus semakin hormat, karena beliau menolak dengan alasan kesibukan dan mengusulkan ketua karang taruna dengan dukungan penuh dari beliau.
 
Pagi itu, seluruh kampung menjadi heboh karena di rumah bapak itu banyak polisi dengan membawa senjata lengkap dan kami melihat bapak itu diborgol dibawa masuk ke mobil polisi dan ada banyak barang yang diangkut dari rumahnya. Kami semua terkejut dan tidak percaya mendengar penjelasan bapak Babinsa bahwa bapak itu adalah seorang gembong narkoba. Orang kampung masih tak percaya dengan semua kejadian ini dan masih belum yakin kalau beliau adalah gembong narkoba,” seorang bapak berkisah.
 
Betapa sering kita salah mengenal dan mengerti seseorang karena melihat apa yang nampak. Bisa jadi yang nampak itu lebih baik dari sesungguhnya atau sebaliknya. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk melihat sejauh mana aku mengenal Tuhan dalam pengalaman pergulatan hidupku. Pengenalanku secara pribadi bukan berdasarkan pendapat orang banyak. “Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini?”
 
Bagaimana dengan aku? Siapakah Tuhan menurut aku?
 
Iwan Roes RD.

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.