Renungan Harian: 30 Agustus 2021

Renungan Harian
Sening 30 Agustus 2021

Bacaan I: 1Tes. 4: 13-17
Injil: Luk. 4: 16-30

Panggilan Menjadi Nabi

Di sebuah kampung yang masih agak pelosok, suatu ketika mendapatkan bantuan dana yang cukup besar. Bantuan dana itu digunakan untuk merenovasi rumah-rumah ibadat yang ada di kampung itu. Maka para pengurus rumah ibadat di kumpulkan diberi penjelasan dan diberikan dana pembangunan.  Pada acara itu hanya secara simbolis diserahkan tulisan sejumlah uang yang akan diterima. Uangnya sendiri baru akan diberikan 2 hari kemudian.
 
Pada hari yang ditentukan, pengurus stasi datang ke tempat pemberian dana. Pada saat itu ternyata uang yang diterima hanya setengah dari jumlah bantuan yang seharusnya, namun demikian para pengurus stasi diminta menandatangani kuitansi dan berita acara penyerahan sejumlah uang yang disebut dalam bantuan. Para pengurus stasi menolak menandatangani dan menolak menerima bantuan itu. Alasan yang dikemukakan pengurus tidak mau bertindak yang tidak jujur. Walaupun mendapatkan penjelasan panjang lebar bahwa apa yang terjadi biasa begitu, dan bahwa banyak urusan administrasi sehingga yang diterima hanya setengahnya, para pengurus stasi tetap teguh pendirian menolak.
 
Akibat penolakkan itu para pengurus stasi menjadi cibiran banyak orang karena dianggap sok suci. Uang banyak kok ditolak; untuk bisa mengumpulkan uang sebanyak itu sampai mati juga tidak akan dapat. Bahkan di kalangan umat katolik sendiri pengurus stasi juga dicibir dan ada usaha untuk menggantikan mereka. Banyak umat berpandangan lebih baik tutup mata saja, apa yang diterima, diterima saja, toh tidak susah untuk sekedar tanda tangan.
 
Namun para pengurus stasi tegar dan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan itu adalah bentuk pewartaan. Meskipun miskin dan tidak punya apa apa; meskipun kapelnya jelek tetapi yang penting hati umat jauh lebih baik berani menjadi pewarta kebaikan. Meski demikian beberapa pengurus dalam perjalanan waktu sempat stres karena tidak tahan dengan cibiran banyak orang dan terutama dari kalangan umat katolik sendiri.
 
Sebuah teladan luar biasa yang ditunjukkan oleh orang-orang sederhana, berpendidikan tidak tinggi, kehidupan yang pas-pasan namun mampu memberi kesaksian yang luar biasa.
Sebuah warta kenabian, warta kesaksian akan kebenaran.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam injil Lukas, Yesus mewartakan panggilan dan perutusan-Nya meski dengan demikian Dia harus terusir. “Aku diutus-Nya memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang.”
 
Bagaimana dengan aku? Apakah aku berani mengungkapkan warta kenabian lewat hidupku?
 
Iwan Roes RD.

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.