Renungan Harian : 24 Mei 2021

Renungan Harian
Senin, 24 Mei 2021
PW. St. Perawan Maria Bunda Gereja

Bacaan I: Kej. 3: 9-15. 20
Injil: Yoh. 19: 25-34

Ibu-ibu Milenial

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama beberapa teman ngobrol-ngobrol di sebuah café. Obrolan kami berubah topik dari topik rencana kerja beralih ke topik ibu-ibu milenial. Perubahan topik itu terjadi karena salah seorang teman meminta kami untuk memperhatikan ibu-ibu yang datang bersama anaknya yang masih di bawah 2 tahun.
 
Kami melihat beberapa ibu muda yang datang sibuk dengan gadget mereka, hampir tidak memperhatikan anaknya. Beberapa menyerahkan anaknya pada baby sitter, ada juga beberapa yang menangani anaknya sendiri. Beberapa ibu yang tidak menggunakan jasa baby sitter memberi minum dan makan ke anaknya akan tetapi tetap memegang gadget bahkan ada yang fokusnya tetap di gadgetnya sembari menyuapi anaknya.
 
Seorang teman berkomentar:
“Itulah salah satu  bentuk “evolusi” ibu.” Teman lain menceritakan keluhan seorang ibu yang melihat menantunya selalu sibuk dengan gadgetnya sehingga perhatian ke anaknya sering abai. Bahkan ibu itu juga bercerita karena sibuk dengan gadgetnya seringkali menjadi tidak peka dan tidak perhatian dengan yang lain. Sebagai contoh disebutkan ketika sedang liburan bersama, semua orang menunggu menantunya untuk pergi keluar mencari makan. Namun ditunggu dan ditunggu menantunya tidak keluar kamar, dan apa yang terjadi dia di kamar sedang sibuk dengan gadgetnya. Ketika ditegur dengan tidak bersalah menganggap bahwa mereka semua tidak lapar.
 
Teman lain tidak setuju dengan kata “evolusi”.  Betul bahwa ada banyak ibu-ibu milenial berperilaku seperti itu akan tetapi banyak pula ibu-ibu milenial yang memerankan tugas ibu dengan luar biasa. Teman itu bercerita tentang keluarga temannya. Istri temannya adalah lulusan S2 dari sebuah Universitas ternama di Amerika. Ketika mereka mempunyai anak, istrinya memutuskan untuk berhenti bekerja dan sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Mereka tidak menggunakan asisten rumah tangga dan semua keperluan rumah dan mengurus anak dilakukannya sendiri. Istri temannya itu selalu bangga mengatakan dirinya adalah seorang ibu rumah tangga.
 
Teman-teman setuju dengan tanggapan salah seorang teman itu dan menegaskan bahwa ibu-ibu milenial seperti cerita teman itu masih banyak. Ada seorang teman berkomentar bahwa kenapa kita hanya menilai perempuan tidak prianya, itu ketidakadilan gender. Komentar teman itu menjadi diskusi menarik berkaitan ketidakadilan gender. Setelah diskusi panjang, kami sepakat bahwa peran perempuan sebagai ibu sulit untuk dilepaskan, dan peran itu peran mulia. Peran ibu bukan hanya dilihat bahwa dia melahirkan dan merawat tetapi lebih dari itu ibu adalah perpanjangan tangan Tuhan sebagai sumber kehidupan dan pemelihara kehidupan. Oleh karenanya ibu menjadi roh dalam keluarga.
 
Sebagaimana sabda Tuhan sejauh diwartakan dalam kitab Kejadian: “Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.”
 
Bagaimana dengan aku? Apa arti ibu bagi hidupku?
 
Iwan Roes RD

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.