Refleksi Sahabat CLC – “HARI KEBANGKITAN NASIONAL & PERTOBATAN IGNATIUS”

Memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan sekaligus ikut merayakan pembukaan Tahun Ignasius Loyola bersama para Jesuit, kami sajikan tulisan dari Profesor Dr. Paul Suparno, SJ, M.S.T. yang biasa kami panggil dengan Rm. Paul.

Rm. Paul menyelesaikan karya di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada akhir tahun 2020. Saat ini beliau tinggal di Kolese St Ignasius Kotabaru Yogyakarta.
Beliau adalah Asisten Gerejani CLC di Indonesia. Dan juga sebagai pastor pendamping CLC di Yogyakarta.

Berikut kami sajikan tulisan beliau dengan judul tulisan “HARI KEBANGKITAN NASIONAL & PERTOBATAN IGNATIUS“.

Selamat membaca dan berefleksi. AMDG.


HARI KEBANGKITAN NASIONAL & PERTOBATAN IGNATIUS

Oleh Paul Suparno, S.J.

Hari Kebangkitan Nasional

            Pada tanggal 20 Mei 2021 ini, kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Apa yang kita peringati dan bagaimana kita akan memperingatinya?

            Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional, kita ingat gerakan Budi Utomo, yang didirikan oleh dokter Wahidin Soedirohoesodo dan dokter Soetomo serta teman-temnnya. Dokter Wahidin, dokter Jawa yang sangat murah hati untuk membantu orang lain agar maju. Setelah pension dari dokter, ia menjual banyak hartanya dan digunakan untuk membantu pendidikan orang lain. Ia keliling Jawa mencari dana untuk membeayai pelajar-pelajar yang miskin tetapi pandai. Ia giat membantu pendidikan.

Ia mengumpulkan beberapa mahasiswa kedokteran STOVIA Jakarta seperti Sutomo, Gunawan Mangunkusuma,  dan Suraji untuk mendiskusikan pembentukan suatu badan, yang nantinya disebut Budi Utomo (20 Mei 1908).  Awalnya perkumpulan ini lebih bergerak membantu dalam dunia pendidikan, tetapi kemudian dikembangkan dalam bidang politik membantu gerakan kesatuan bangsa dan kemerdekaan.  Gerakan ini kemudian memancing timbulnya banyak gerakan pemuda di Indonesia ini, yang nantinya mengerucut dalam gerakan pemuda Indonesia dan gerakan menuju kemerdekaan.

Peringatan pertobatan St. Ignatius

Hari ini Jesuit memperingati 500 tahun bertobatnya St. Ignatius Loyola pendiri Serikat Jesus. Suatu pengalaman mendalam pribadi, yang akhirnya menjadi awal dari gerakan perubahan hidup orang sampai dengan munculnya Serikat Jesus.

Ignatius, yang sering disebut Inigo, awalnya adalah seorang tentara yang begitu punya ambisi kuat untuk mengabdi raja dan nantinya dapat mempunyai kehormatan seperti raja. Namun setelah peristiwa Pamplona, dimana ia mengalami patah kakinya dalam peperangan di Pamplona; ia tidak mungkin lagi menjadi seorang militer yang hebat. Ia mengalami frustrasi berat karena kakinya cacat, panjang sebelah.

Dalam kekeringan yang berat dan kefrustrasian itu, ia disentuh Tuhan lewat bacaan buku santo-santa yang mengkisahkan kehidupan Santo Fransiskus Asisi dan Dominikus mengikuti Yesus.  Sebenarnya yang ia cari adalah buku-buku kepahlawanan atau roman, tetapi yang ada di rumahnya waktu itu hanya buku riwayat santo-santa. Dalam pergulatan besar, ia merasakan bahwa setiap kali ia memikirkan untuk menjadi satria hebat mengabdi raja dan memikirkan mempunyai istri cantik, hatinya menjadi senang, namun lama kelamaan perasaan itu hilang dan yang tinggal adalah malah kekeringan, kesepian, desolasi. Sedangkan, kalau ia memikirkan untuk mengikuti teladan  Santo Fransiskus yaitu mengabdi Yesus, itu terasa berat pada awalnya, tetapi setelah lama ia merasa damai, merasa gembira, mengalami konsolasi. Akhirnya ia mengubah hidupnya. Ia yang tadinya ingin menjadi seorang satria yang terhormat dengan kekuasaan dan isteri yang cantik, berubah menjadi kesatria Yesus, yaitu ingin mengikuti Yesus seperti dialami oleh Santo Fransiskus Asisi dan Dominikus.

Pertobatan pribadi ini, teryata menggerakkan dia untuk membagikan pengalamannya  kepada orang-orang lain dalam latihan rohani yang ia berikan dan tawarkan kepada orang-orang yang dijumpai dan ia pandang mampu. Dalam perjalanan, ternyata banyak orang yang cocok dibimbing dan mengalami pertobatan hidup seperti dia sendiri.

Pengalaman pertobatan itu dengan seluruh prosesnya ditulis dalam Latihan Rohani  yang dapat digunakan orang untuk menemukan Tuhan dalam hidupnya dan menemukan panggilan Tuhan bagi hidupnya. Lewat pengalaman itu pulalah akhirnya Ignatius memilih beberapa teman yang menjadi awal dari Serikat Jesus. Lewat pengalaman pribadinya itulah, ia menawarkan sentuhan Tuhan kepada banyak orang untuk dapat juga menemukan Tuhan dalam hidupnya dan hidup bahagia bersama Tuhan.  

Kesamaan menjadi penggerak awal

Bagi saya yang menarik merefleksikan tentang Wahidin dengan gerakan kebangkitan nasional Budi Utomo dan Pertobatan Ignatius, adalah bahwa keduanya menjadi awal, menjadi pemacu, menjadi pemantik munculnya gerakan-gerakan baru dan kehidupan yang baru.

Budi Utomo akhirnya memunculkan gerakan nasional yang lain di Indonesia ini.  Gerakan ini akhirnya menyadarkan kepada banyak pemuda akan pentingya persatuan bangsa, pentingnya bekerjasama sebagai warga, dan akhirnya memacu munculkan gerakan kearah kemerdekaan Indonesia. Semangat Budi Utomo menggerakkan anggotanya dan memberikan inspirasi kepada kelompok lain untuk lebih ikut terlibat memikirkan kebutuhan bangsa Indonesia.

Pertobatan Ignatius, mengubah Ignatius menjadi sahabat Tuhan, dan ingin menyerahkan seluruh hidupnya pada Yesus. Semangat ini  tidak dinikmati sendiri, tetapi selalu ditawarkan kepada orang lain sehingga orang lain juga mengalami semangat itu dan dapat hidup sebagai sahabat Yesus yang sejati.  Pertobatannya membantu banyak orang mengalami pertobatan, perjumpaan dengan Tuhan, dan bersemangat untuk menyebarkan semangat itu kepada orang lain. Semangatnya menjadi pemicu untuk gerakan batin dalam Tuhan bagi orang lain.

Apa artinya bagi kita

Ada dua hal yang bagi saya dapat diambil dan dikembangkan dengan merefleksikan dua peristiwa itu.

  1. Saya dapat lebih menangkap semangat yang dikembangkan oleh Wahidin lewat gerakan Budi Utomo-nya dan menangkap semangat Ignatius yang mempengaruhi banyak orang.  Dengan demikian saya akan lebih tahu dan lebih dapat digerakkan sendiri oleh semangat itu.
  2. Semangat yang aku punyai, harus saya tularkan kepada orang lain dan kelompok lain. Lewat hidup dan semangat kita, kita ikut menawarkan semangat kebangkitan nasional itu dan pertobatan Ignatius itu. Caranya misalnya :
    • Aku mulai berpikir bukan hanya diriku, tetapi kebutuhan bangsa ini, kebutuhan orang lain;
    • Aku lebih mau kerjasama dengan orang lain dalam membangun bangsa ini sebagai satu saudara;
    • Aku tidak menikmati semangat itu sendirian tetapi rela berbagi pada yang lain.

Selamat merayakan hari kebangkitan nasional dan selamat meresapi kehidupan dan semangat Ignatius untuk dapat lebih memajukan kehidupan bangsa kita dan dunia kita.