Renungan Harian: 23 April 2021

Renungan Harian
Jum’at, 23 April 2021

Bacaan I: Kis. 9: 1-20
Injil: Yoh. 6: 52-59

Kehendak-Nya

Beberapa tahun yang lalu saya berjumpa dengan seorang teman, saya kenal dia karena dia seorang aktifis mahasiswa. Sudah lama saya tidak bertemu dengan kawan yang satu ini, sebenarnya lebih tepat kami saling menghindar. Sebenarnya tidak ada masalah pribadi antara saya dengan dirinya, namun ada perasaan sungkan diantara kami.

Teman saya ini entah bagaimana, kemudian ikut dalam sebuah kelompok radikal yang mempunyai pandangan bahwa hanya keyakinannya yang paling baik, sehingga orang yang berkeyakinan lain dianggap sebagai kafir. Karena pandangan itulah beberapa kali dalam pembicaraan kami jadi sungkan satu dengan yang lain.

Hari itu tanpa sengaja kami bertemu, sehingga kami seperti patung sesaat, bingung harus bagaimana.

“Hai,” sapa saya.
Dia mendekati saya dan memeluk saya; kami berpelukan erat karena kami sudah lama tidak berjumpa dan seolah ada jurang penyekat.

“Terima kasih mau memeluk aku orang kafir ini,” kata saya berbisik.

Dia tertawa sambal berkata:
“Ini penjahat memeluk orang kafir.”

“Mo, aku telah menemukan apa yang aku cari. Aku telah menemukan hidayah-Nya. Kalau dibilang selama ini aku salah jalan, aku salah jalan, tetapi itulah perjalanan yang harus kulalui untuk sampai di sini. Aku selama ini memilih jalan itu karena aku mencintai Allah. Aku berpikir dengan jalan ini aku semakin mengagungkan Allahku. Aku merasa dengan semua yang kulakukan akan menjalankan ridho-Nya. (Kehendak-Nya).

Sekarang aku menemukan apa sesungguhnya kehendak-Nya. Aku tidak mengatakan bahwa di sebuah kebenaran, tetapi aku menemukan itu. Aku mencintai Allah, maka aku mencari dan melaksanakan kehendak-Nya. Aku sadar bahwa tujuan hidupku adalah semakin dekat dengan Allah, melaksanakan kehendak-Nya adalah sarana agar aku semakin dengan dengan Allah. Selama ini aku sibuk dengan segala hal, bahkan sibuk dengan “baju dan asesoris”. Selama ini aku sibuk membela dan mempertahankan “baju dan asesoris” tetapi melupakan Allah dan kehendak-Nya.

Mo, ayo main ke rumahku, sekarang aku punya “biara” untuk bersama-sama berjuang berlatih untuk menemukan kehendak-Nya dalam hidup sehari-hari, agar karenanya kami semakin dekat dengan Allah,” temanku menutup penjelasannya.

Mendengarkan cerita temanku, aku merenung jangan-jangan aku selama ini sibuk dengan “baju dan asesoris”ku sehingga aku lupa akan kehendak-Nya.

Sebagaimana perjalanan St. Paulus sejauh diwartakan dalam kisah Para Rasul, Ia menemukan apa yang sesungguh dia cari dalam hidupnya. “Siapakah engkau Tuan? Kata-Nya, “Akulah Yesus yang kau aniaya itu!””

Bagaimana dengan aku? Adakah aku bagian dari orang yang sibuk dengan “baju dan asesoris” sehinggal lupa dengan tujuan hidupku yang sesungguhnya?

Iwan Roes RD.

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.