Renungan Harian: 25 Maret 2021

Renungan Harian
Kamis, 25 Maret 2021
Hari Raya Kabar Suka Cita

Bacaan I: Yes. 7: 10-14; 8:10
Bacaan II: Ibr. 10: 4-10
Injil: Luk. 1: 26-38

Tidak Sanggup

Suatu ketika, saya mengucapkan selamat kepada seorang teman yang mendapatkan promosi jabatan melalui sambungan telpon. Beliau menjawab:
“Romo, apa yang saya terima ini bagi saya adalah perutusan. Jadi saya selalu bersikap meneladan bunda Maria, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMU.”

“Wah hebat, keren semoga selalu dapat menjalankan perutusan dengan baik,” jawab saya.
 
Saya mengagumi teman itu yang bisa melihat promosi jabatan sebagai perutusan. Pasti tidak mudah untuk sampai pada penghayatan seperti itu. Jawaban spontan bagi saya menunjukkan bahwa dia hidup dalam penghayatan tersebut.
 
Belum sampai dua tahun saya mendengar beliau mendapat promosi jabatan lagi. Saya menelpon beliau:
“Bro, selamat ya untuk perutusan yang baru.”

“Waduh romo, ini berat, kalau boleh saya tidak usah mendapatkan promosi. Promosi ini membuat saya harus jauh dari keluarga, karena saya ditempatkan di luar pulau,” jawabnya.

“Memang keluarga tidak boleh dibawa?” tanya saya.

“Sulit mo, kasihan anak-anak harus pindah sekolah dan istri harus mengurus mutasi, agak rumit,” jawabnya.
 
“Romo, untuk kali ini saya tidak bisa meniru bunda Maria untuk mengatakan “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu. Penugasan ini amat berat bagi saya. Sebenarnya saya sudah menolak jabatan ini, karena saya lebih memilih untuk bersama keluarga. Tetapi pimpinan tetap menugaskan saya,” dia menjelaskan.
 
Memang, mengatakan seperti bunda Maria, “Terjadilah padaku menurut perkataanMu” menjadi mudah dan indah mana kala kehendak Tuhan sama atau sesuai dengan apa yang kuinginkan. Aku bisa mengatakan hal-hal indah dan suci manakala hal-hal yang kuhendaki terjadi.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam injil Lukas, jawaban bunda Maria atas “kabar gembira” didasari iman yang luar biasa akan cinta Tuhan. Kesediaan untuk menanggung segala hal dan penyerahan diri yang luar biasa mendasari jawaban itu. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
 
Bagaimana dengan aku? Adakah aku bisa mengatakan sebagaimana jawaban bunda Maria manakala kehendak Tuhan jauh dari apa yang kuharapkan?
 
Iwan Roes RD.

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.