Renungan Harian: 25 Agustus 2020

Renungan Harian
Selasa, 25 Agustus 2020

Bacaan I : 2Tes. 2: 1-3a.13b-17
Injil    : Mat. 23: 23-26

Mawas Diri

Dalam sebuah diskusi informal di group media sosial ada seseorang yang banyak memberikan kritik mengenai sistem pendidikan. Semakin banyak kawan memberikan jawaban semakin banyak kritik yang dilontarkan. Hal yang menarik adalah ada satu teman yang menyampaikan pendapat: “Kalau memberikan kritik sebaiknya memberikan usulan solusi. Kalau hanya mengkritik saja banyak temannya.”
 
Pendapat seorang teman itu, bukan didasari atas ketidak sukaan kepada pemberi kritik, akan tetapi mengingatkan untuk semua anggota group, agar marwah anggota group terjaga sebagai marwah kaum intelektual.
 
Ada sementara orang yang dengan mudah melontarkan kritik, dan sering kali kritik yang destructive, pokoknya kalau tidak sesuai dengan apa yang dia mau pasti dikritik. Ada sementara orang yang sering menyampaikan kritik karena ingin terlihat pandai.
 
Ada ungkapan dalam bahasa Jawa “Aja ngaku pinter yen durung bisa nggoleki lupute awake dhewe”. (jangan mengaku pandai kalau belum bisa mencari kesalahan diri sendiri). Ungkapan tersebut mengajarkan agar setiap orang punya kemampuan untuk mawas diri. Orang diajak untuk berani dengan jujur mengukur diri sendiri; mengukur kemampuan diri, mengukur kekuatan diri dan mengukur kebenaran diri.
 
Dengan kemampuan mawas diri orang diantar kepada pengalaman kerendahan hati, dan menjadi diri sendiri. Sehingga tidak mudah untuk melontarkan kritik yang destructive atau hanya sekedar melontarkan kritik hanya agar dianggap pandai.
 
Senada dengan hal di atas kritik Yesus terhadap orang farisi sejauh diwartakan Matius menunjuk sikap orang farisi yang tidak mampu mawas diri: “Hai orang-orang farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebalah luarnya juga akan bersih.”
 
Bagaimana dengan diriku?
 
Iwan Roes RD.

Anda juga bisa membaca Renungan Harian melalui akun Instagram CLC Indonesia. Silakan kunjungi dan follow Instagram CLC Indonesia.